SDN GERENDENG 1 & 2 DI DUGA PUNGUT IURAN PEDAGANG 5000/LAPAK

Tangerang, MR – Masalah pendidikan di kota Tangerang tentunya masih saja ada pihak sekolah yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, khususnya bagi masyarakat yang miskin. Dalam hal ini dilakukan oleh pihak sekolah SD negeri Gerendeng 1 & 2 mencari untung dengan memberdayakan pedagang yang ada di lingkungan sekitar sekolah.

Salah seorang pedagang makanan jajanan anak-anak saat di jumpai wartawan media rakyat mengatakan bahwa, “kios disini sudah penuh semua ada sekitar 15 lapak dagangan,” ucap ibu yang enggan disebutkan namanya.

Pedagang lain mengatakan, “untuk penyewaan lapak tersebut dipinta 5000/hari pedagang yang di setorkan ke pihak sekolah melalui guru,” ucapnya.

Berdasarkan temuin ini kami mau menanyakan masalah ini kepada pihak kepala sekolah dan diterima di ruang kerja mengatakan, “saya baru tau informasi dari korwil dan langsung saya panggil pihak pedagang untuk meluruskan temuan media,” ucapnya.

Kami menanyakan langsung kepada pihak pedagang dan ternyata itu bukan kapasitas saya dan saya baru 3 bulan menjabat, lebih lanjut Hamdi mengatakan “ini mungkin pimpinan masalah lali sebelum saya masuk kesini ,dan nanti akan kita liat perjanjian nya seperti apa antara pedagang komite masyarakat ,akan saya cek kebenarannya wajar saya pungutan tersebut ada mungkin buat pemeliharaan, walaupun saya belum tau permasalahanya,” ucap Hamdi.

Sementara ini korwil kecamatan Karawaci saat dikonfirmasikan via telp mengatakan, “silahkan selesaikan dengan pihak sekolah dan apa yang disampaikan korwil diduga tidak mencerminkan sebagai pimpinan wilayah di Karawaci dan patut diduga bahwa penjualan di lingkungan sekolah jangan-jangan ada setoran juga buat kepsek dan korwil,” tukasnya.

Sampai berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari pihak dinas pendidikan kota Tangerang dan sesuai konfirmasi wartawan media rakyat ternyata bisa di beri uang (suap,red) oleh kepala sekolah 50 ribu dianggap clear, berharap dinas pendidikan bisa turun langsung memberikan pembinaan. (Handri Muhammad/Jhon Arieza) (Bersambung)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.