Rabat Buku SMP Negeri di Cianjur Diduga Jadi Ajang Korupsi Dana BOS

Cianjur, (MR)
BANTUAN operational siswa (BOS) di tiap SMP Negeri di Kabupaten Cianjur utamanya pada pengadaan buku Referensi Guru maupun pengadaan buku pelajaran siswa/i di iringi dengan bahasa Rabat Buku yang berujung diduga banyak penyimpangan  dana BOS karena Rabat buku rata-rata 30% di nilai tidak di SPJ kan.
Rabat tersebut terindikasi bisnis jual beli buku dari anggaran dana BOS hingga Rabat buku termasuk prosentase hasil negoisasi dengan pemasok buku dari perusahaan Kepala Sekolah dengan bendahara dana BOS, dengan komitmen diduga pula kolaborasi saling menguntungkan.
Dari mar- up harga buku dan harga rebut tawar soal keuntungan rabat buku rata-rata sekolah meminta rabat di atas 20% hingga mencapai 40% ketika negoisasi soal rabat kepala sekolah dengan bendahara di beri Rabat di bawah 20% kepala sekolah dan bendahara lebih baik mencari lagi yang lain yang lebih besar soal rabatnya maka itu pengadaan buku di tiap SMP Negeri yang bersumber dari Dana BOS, Rabat itu jadi ajang korupsi dana BOS, menurut ketua K3S SMP Negeri Kabupaten Cianjur Rosid mengatakan “ya seharusnya perusahaan buku jangan memberikan rabat buku,” pinta Rosid.
Kepala SMP 1 Cikalong Acep menyebutkan saya juga buku PLH 1000 exampler saya di kasih rabat 30 %. jelas Kepsek; di tempat terpisah yang menyebutkan angkat saja masalah rabat, memang jelas menyalahi aturan rabat itu karena pengadaan buku harga buku tetap rabat yang direbut tawarkan ketika sekolah di kasih 20% juga kadang engga mau jadi sekolah rata-rata minta rabat 30 % sampai 40% ungkapnya,” yana. >> Deden

Related posts