Kerinci,(MR)
NASIP naas menimpa bendaharawan UPTD Kecamatan Depati VII, Rabu (1/8) kemarin, kejadian terjadi sekitar jam 09 WIB, uang sebanyak 545.000.000 (Lima Ratus Empat Puluh Lima Juta) raib dibawa kabur oleh sang pencuri, setelah memecahkan kaca sebelah kiri mobil katana dengan nomor BH 1124 DL milik Anasdi S.Pd selaku bendaharawan UPTD Kecamatan depati 7 usai pengambilan uang di BPD Sungai Penuh.
Menurut Anasdi, S.Pd ketika di konfirmasi menyatakan, kejadiannya berlangsung begitu cepat, setelah mencairkan uang di BANK BPD Sungai Penuh, uang tersebut ditaruhnya didalam mobil Katana miliknya yang diparkir di depan kantor BPD Sungai Penuh, karena masih ada suatu keperluan Anasdi pun turun kembali dari mobilnya dan ketika kembali ia menyaksikan kaca mobilnya yang sebelah kiri sudah pecah dan uang sudah raib dibawa kabur oleh sang pencuri.
Uang yang di cairkan ini seyogyanya akan dipergunakan untuk pembayaran gaji guru SD dan TK se Kecamatan Depati VII, kini raib dibawa kabur sang pencuri, gajian yang sangat diharapkan dan dinanti para guru SD dan TK se Kecamatan depati VII untuk keperluan belanja lebaran kali ini harus gigit jari, ditengah tengah mereka sangat membutuhkan uang untuk persiapan lebaran harus ikut menanggung kesialan yang menimpa bendaharawan UPTD mereka.
Salah seorang guru yang enggan menyebutkan namanya ketika di konfirmasi mengatakan, ia sangat sedih dan menyesalkan kejadian ini, pada hal saya sangat membutuhkan uang untuk persiapan lebaran, pakaian lebaran untuk anak saya belum saya beli dan saya terlanjur berjanji pada anak saya untuk membelikan baju lebaran setelah terima gaji.
Jika saya tak dapat terima gaji bulan ini tentu saya akan sangat kerepotan mencari pinjaman untuk menutupi belanja lebaran, pokoknya saya sangat sedih pak, saya berharap semoga pihak berwenang dapat mencari jalan keluarnya bagi kami, ungkapnya sambil menutup pembicaran.
Kasus yang menimpa bendaharawan UPTD Kecamatan Depati VII ini, kini tengah di tangani oleh POLRES Kerinci, ketika ditanyakan kepada salah seorang petugas polisi yang sedang berada di TKP tentang adanya kemungkinan unsur kesengajaan, mengatakan kami belum bisa memberi penjelasan, kini kami masih mendalami kasus ini, tunggu setelah kami melakukan penyelidikan nanti akan ada keterangan resmi dari pihak kami.
Tingginya kebutuhan menjelang lebaran sering membuat orang berpikir pendek, sehingga kejahatan meningkat, tidak ada salahnya bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan hati-hati terhadap kemungkinan dapat terjadinya suatu kejahatan, jika ingin melakukan transaksi di BANK terutama pengambilan tunai dalam jumlah banyak, harus lebih waspada, mungkin ada mata-mata yang sedang mengamati anda dan rekan nya siap melakukan aksi kejahatannya, sebelum terjadi mari kita tingkat kewaspadaan karena bukan hanya harta benda bahkan nyawa bisa melayang oleh pelaku kejahatan. >> YD/Mirizal
