Kediri, (MR) – PENERAPAN Kurikulum Merdeka (KM) merupakan salah satu program prioritas lintas unit utama di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang melibatkan Badan Standar Kurikulum. Selain mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, ada proses pembelajaran untuk semua. Bukan hanya mengajarkan pada siswa, tetapi bagaimana guru-guru belajar bersama untuk menjalankan kurikulum yang lebih baik dan pada akhirnya tercipta saling menguntungkan pembelajaran yang luar biasa.
MTsN 9 Kediri Jawa Timur hebat dan Kepala Madrasah Sunarto,M.Pd. membagikan antusiasmenya,terlihat perubahan metode pembelajaran yang signifikan dikelas turut menjadi mantap maknanya gotong-royong penerapan KM sangat saling menguntungkan,karena tujuan mengatasi krisis belajar dengan meningkatkan kualitas pembelajaran bagi semua siswa tercapai. Guru membentuk siswa yang kompeten dan berkarakter melalui suatu perubahan secara berangsur-angsur berhasil pembelajaran yang diharapkan. Mengacu kepada pembelajaran KM, berdiferensiasi mulai dari rangkaian proses hingga tercipta produk pembelajaran. Sehingga guru-guru lebih leluasa (berkreasi) untuk memilih konten (menarik) yang akan diajarkan kepada siswa.
Dalam mengembangkan rancangan pembelajaran dalam satuan pendidikan serta menerapkan prinsip-prinsip dalam asesmen. MTsN 9 memilih untuk menjalankan KM,karena memiliki dampak yang sangat positif, terutama kepada peserta didik maupun pendidik dan tenaga kependidikan.Terlihat sekali perbedaannya, tingkat penalarannya lebih tinggi, kreativitasnya lebih tinggi. Kemudian, bagi guru-guru akan lebih terpacu untuk selalu ingin belajar melihat perkembangan-perkembangannya.
Warga Madrasah juga menyampaikan pendapat positif tentang KM dan alasannya memilih karena cepat atau lambat, kurikulum baru ini akan menjadi kurikulum Nasional. Oleh sebab itu berharap semua bentuk-bentuk, prinsip-prinsip penerapan bisa langsung dipelajari dan sejauh ini berjalan dengan baik dengan strategi dan dukungan serta persiapan Sumber daya Manusia (SDM) dan sarana di sekolah baik.
Penerapan Kurikulum Merdeka berdampak positif bagi ekosistem di MTs termasuk didalamnya siswa, guru, masyarakat, dan mitra-mitra terkait.Selain itu, proses pembelajaran menjadi lebih bervariatif, berbasis kearifan lokal dan lebih terintegrasi dengan Tehnologi Informasi. (Ag).
