TEGAL Jateng, [MR] – Warga Desa Kajenengan Kecamatan Bojong dihebohkan dengan adanya para KPM [Keluarga Penerima Manfaat] beramai-ramai sepakat untuk mengembalikan komoditi beras yang disinyalir tidak layak untuk dikonsumsi. Pasalnya, selain warnanya yang keruh [kuning kecoklatan], ketika dicium baunya pun kurang sedap [apek], terjadi beberapa waktu yang lalu.Ketika wartawan menyambangi lokasi, di Desa Kajenengan, beramai-ramai emak-emak yang notabene merasa dirugikan karena menerima beras yang diduga tidak layak untuk dikonsumsi, mereka berkumpul di salah satu rumah warga serta membawa bukti beras yang sempat ditunjukkan kepada awak media. Memang benar adanya, beras terlihat agak gelap warnanya dan ketika dicium baunya pun tak sedap. “Biasanya kan pulen juga bersih, ini mah enggak. Baru-baru ini aja,” Ungkap Sumartini, salah satu ibu yang terlihat sudah lanjut usia dengan agak kesal.
Terlihat sejurus kemudian, datang beberapa ibu-ibu lainnya sambil menenteng beras yang mereka terima dari Agen Toko Tohari. Ada juga, yang terlihat membawa beras yang sudah matang menjadi nasi dalam satu wadah. Ironi memang, nasinya pun terlihat kusam atau agak kuning kecoklatan, seperti terlihat agak kotor. Intinya, diduga dari segi tampilan beras dan nasi memang jelas terlihat seperti kualitas rendah.
“Orang kampung, orang miskin, katanya buat nambahin bantuan makan…Ehh, ternyata begitu pak, dimakan nggak layak,” Tambah Sumartini. “Nggak enak dimakan,” Timpal ibu lainnya, Waedah yang duduk disebelah Sumartini.
Disisi lain, Tohari sebagai agen tidak menyangkal bahwa beras dari tokonya diprotes oleh KPM [Keluarga Penerima Manfaat]. “Intinya, kalau proses masalah beras itukan memang kalau saya bertanggungjawab, dalam arti penukaran,” Bebernya ketika dikonfirmasi dirumahnya.Tohari sendiri tidak menyangka kalau beras yang dia pesan ternyata kualitasnya dianggap kurang layak oleh KPM. Dan dia, berencana akan komplain kepada supplier beras. “Kalau saya menuntut orang yang saya pesenin [beras], karena ketika dia memberi contoh [beras] kan barangnya bagus,” Imbuhnya lagi.
Disinggung mengenai dimana dia beli beras dan berapa jumlah KPM yang ditanganinya, saat itu, Tohari mengaku tidak begitu paham jumlah KPM yang didropnya. Kemudian, dia mengatakan membeli beras diwilayah Desa Cerih Kecamatan Jatinegara.
Diketahui, bahwa menurut informasi yang didapat di lapangan, agen penyalur progam bansos di Desa Kajenengan ada dua dan keduanya notabene adalah agen mandiri. Namun demikian, secara kebetulan KPM yang mengeluh soal komoditi beras yang diduga tidak layak konsumsi, berasal dari Agen Toko Tohari. [SatriyoAdie\BR]
