PEMALANG JATENG, [MR] – Adanya dugaan kisruh BPNT [Bantuan Pangan Non Tunai] di Desa Badak Kecamatan Belik yang sempat diekspos di beberapa media massa, ternyata menyisakan kesan dan pesan tersendiri dari beberapa pemuda dan tokoh masyarakat setempat, pasca pengembalian daging ayam yang diduga telah busuk, beberapa waktu yang lalu.Pasalnya, Siswoyo selaku tokoh masyarakat yang saat itu sengaja menyambangi kantor balai desa Badak untuk menemui kepala desanya. Dia menyayangkan dengan adanya kejadian tersebut, karena menurut Siswoyo, ada dugaan ulah segelintir oknum yang diduga hanya mencari keuntungan semata. “Saya tegaskan sekali lagi, suplayer, agen, dan seterusnya itu yang profesional. Kalau tidak profesional, saya menemukan temuan-temuan yang merugikan masyarakat, saya selaku aktivis, masyarakat juga, siap melaksanakan tugas. Saya akan tindak tegas siapapun itu orangnya, siapapun itu pelakunya akan saya usut,” Ungkapnya dengan tegas.
Diwaktu dan tempat yang sama, Kharisma dan Hafidz pemuda setempat, serta Burhanuddin kepala Desa Badak yang saat itu berada diruang kerjanya, mengungkapkan hal senada dengan Siswoyo. “Saya kemarin dengar rame-rame seperti itu saya prihatin. Harusnya, harus ada persuasif dulu,” Tegas Kharisma. “Jadi, profesional suplayer itu memang jangan asal untung besar, tapi hasil produknya tidak maksimal, tidak bagus,” Tandasnya kemudian.Pada intinya, mereka sebagai warga Desa Badak tidak ingin mendengar kejadian serupa terkait BPNT ataupun bantuan-bantuan lainnya. Warga menghendaki situasi yang tenang dan kondusif, mengingat telah terjadi dugaan kasus serupa diwaktu yang lalu di Kecamatan Randudongkal. Namun beruntung, di Desa Badak sementara tidak ada korban jiwa.
Sementara itu, masih ditempat yang sama, Burhanuddin sempat menyampaikan pesan, kesan dan harapannya. Khususnya kepada para agen, penyalur [Suplayer] agar selalu berkoordinasi dengan pihak pemerintah Desa Badak. “Kemarin sudah ketemu, sudah mediasi, ada KPM, ada agen terus ada penyalur. Nah, kemarin sudah sepakat, intinya ingin memperbaiki,” Terangnya, saat mereka masih berada di ruang kerja kepala desa. “Terus permintaan saya ini apa, saya barangkali punya komoditi disini di Acc masuk sesuai regulasi.” Harapnya.
Sebelumnya, perlu diketahui, warga telah dihebohkan dengan adanya kejadian serta pemberitaan terkait adanya salah satu komoditi berupa daging ayam yang diduga telah busuk, ditandai dengan bau tak sedap. Sehingga pada saat itu warga beramai-ramai mengembalikan daging ayam tersebut. [SatriyoAdie]
