Bupati KKA Pimpin Rapat Kerja Pertama Tahun 2012

Anambas,(MR)

PEMERINTAH Daerah Kabuaten Kepulauan Anambas (KKA) menggelar acara Rapat kerja/ Koordinasi dan sinkronisasi kegiatan antara Bupati Kepulauan Anamba dengan SKPD, Camat, Lurah/ Kepala Desa se KKA Tahun 2012. Kegiatan tersebut diadakan di Gedung Balai Pertemuan Mayarakat Siantan (BPMS) Tarempa pada kamis (23/02).

Tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk menyatukan pemahaman dan menampung berbagai informasi yang konstruktif dalam rangka mengatur langkah-langkah dan strategi untuk melaksanakan kegiatan pemba-ngunan tahun 2012, agar pembangunan yang akan dicapai tepat waktu, tepat sasaran dan tepat anggaran sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu, Bupati KKA, Drs.T.Mukhtaruddin juga memaparkan bahwa acara ini digelar Agar diantara SKPD dapat berkoordinasi dan melakukan sinkronisasi sehingga data dan informasi yang menunjang kegiatan dimasing-masing SKPD dapat lebih mudah dilaksanakan. “kita gelar agar ada sinkronisasi antara SKPD, memudahkan SKPD dalam mencapai target kinerja yang telah ditetapkan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong setiap jajaran untuk saling berkoordinasi. Semakin banyak intensitas koordinasi akan memberikan kontribusi yang lebih banyak terhadap rencana kerja yang telah disusun,” Ujar Tengku saat menyampaikan sambutannya.

Tengku juga mengingatkan agar penyelenggaraan KKA  terlaksana dengan memperhatikan bebrapa hal yang menyangkut azaz tertib adanya pelaksanaan, keterbukaan dan transparansi, akuntabilitas, azas efisiensi dan efektif, azaz kepastian, azas proporsionalitas dan kepentingan umum.

Menurut data yang dihimpun dari Bappeda, kegiatan fisik dan sarana di KKA tahun 2012 ada sebanyak 595 kegiatan. “Kegiatan kita tahun ini ada 125 di kecamatan Siantan, 68 kegiatan di kecamatan Siantan Tengah, 43 kegiatan di kecamatan Siantan Timur, 61 kegiatan di kecamatan Siantan Selatan, 153 kegiatan di kecamatan Palmatak, 85 kegiatan di kecamatan Jemaja dan 43 kegiatan di Kecamatan Jemaja Timur,” pungkas Tengku.

Pemilihan 595 program tersebut telah dipilah dengan baik. Tengku berujar pelaksanaan program pembangunan haruslah bermanfaat bagi masyarakat. Dalam pelaksa-naannyapun lebih memaksimalkan kepada pemberdayaan dan partisipasi masyarakat dalam rangka peningkatan taraf hidup masyarakat serta pengentasan kemiskinan. “Perencanaan pembangunan dan penganggaran daerah yang dikatakan berpihak pada masyarakat miskin adalah apabila berpartisipasi dalam mengatasi penyebab kemis-kinan, masyarakat miskin mendapat perhatian lebih, diarahkan kepada wilayah dengan jumlah penduduk yang besar, masyarakat miskin dapat aktif dalam pembangunan,” ujar Tengku. >> Eichiro/ Edo

Related posts