SEGALA permasalahan yang dihadapi dan dirasakan oleh masyarakat Desa Nglinggis Kecamatan Tugu khususnya yang berada di RT 7 dan RT 8 terkait dengan rencana pemba-ngunan Bendungan Tugu disampaikan secara terbuka kepada Bupati Trenggalek.
Sekitar 70 KK dari Kedua RT inilah yang nantinya akan direlokasi akibat dari pemba-ngunan bendungan tersebut. Walaupun banyak diantara mereka yang sudah setuju, namun beberapa diantaranya juga masih ada yang masih bingung untuk menentukan sikap terhadap rencana pemba-ngunan bendungan ini. Faktor utama yang menjadi pangkal permasalahan ini adalah kurang yakinnya beberapa masyarakat akan terjaminnya ganti rugi terhadap harta benda mereka, khususnya terkait sertifikat hak milik tanah yang baru.
Acara yang dikemas dalam Pertemuan Konsultasi Masya-rakat (PKM) ini digelar pada Hari Senin, 30 Januari 2012 di Balai Desa Nglinggis Kecama-tan Tugu. Turut hadir mendam-pingi Bupati Trenggalek, Ketua DPRD, jajaran Forpimda, Wabup, Kepala SKPD yang membidangi, perwakilan Balai Besar Sungai Brantas dan Perum Perhutani serta dari pihak konsultan yang telah melaksa-nakan Studi Larap (Land Acqui-sition and Resettlement Action Plan) atau studi tentang pembe-basan lahan dan pemindahan penduduk terhadap pemba-ngunan Bendungan Tugu.
Dalam kesempatan ini, diungkapkan oleh Ir.Pudjo Winarno, perwakilan dari pihak konsultan bahwa sangat banyak manfaat khususnya bagi masyarakat Desa Nglinggis jika pembangunan Bendungan Tugu terealisasi. “Diantaranya, penambahan penyediaan air irigasi yang mencapai 1.200 ha, pengendalian banjir Kali Keser, pengembangan bidang perika-nan air tawar serta terbukanya lapangan kerja yang baru di bidang pariwisata,” urainya.
Selain itu, disampaikan pula bahwa telah ada dua alternatif wilayah yang akan dijadikan tempat relokasi bagi masyarakat yang terkena dampak pemba-ngunan bendungan, yaitu Dusun Pringombo dan Dusun Pacar Desa Nglinggis. Setelah dilakukan survey, lokasi yang paling tepat untuk dijadikan tempat relokasi adalah Dusun Pacar, mengingat lokasinya yang strategis dan sudah terda-pat akses jalan walaupun masih makadam.
Bahkan selain mem-bangun rumah warga, pihak konsultan juga menjanjikan akan memba-ngun berbagai sarana umum di tempat relokasi yang baru, seperti balai dusun, mushola, polindes serta sekolah yang ditampilkan dalam bentuk animasi kepada warga.
Bupati Trenggalek, Dr.Ir. Mulyadi, WR. MMT. dalam sambutannya menegaskan bah-wa pembangunan Bendungan Tugu ini benar-benar ditujukan untuk meningkatkan kesejahte-raan masyarakat, khususnya masyarakat kecil yang bermata-pencaharian sebagai petani. “Tidak ada pamrih apapun, pamrih saya cuma satu yaitu mensejahterakan masyarakat Trenggalek,” tandasnya.
Bupati juga mempersilahkan kepada masyarakat, untuk menentukan sendiri ganti rugi yang akan diberikan, apakah diberikan dalam bentuk uang atau diganti dalam bentuk bangunan rumah yang baru. “Jangan khawatir masalah harga pasti layak. Karena selain tanah, bunga ataupun tanaman yang lain juga akan dihitung ganti ruginya. Sehingga yang saya harapkan bukan ganti rugi tapi ganti untung,” katanya.
Terkait dengan proses sertifikat tanah di tempat relokasi masyarakat tidak usah kawatir, semua yang mengurus pemerintah kabupaten malah Bupati menjamin bahwa prosesnya tidak akan lama, karena Pemkab telah menjalin kerjasama dengan Perhutani. “Kalau perhutani telah sepakat untuk melepaskan tanahnya, maka prosesnya akan cepat selesai,” tuturnya.
Bupati juga meyakinkan kepada masyarakat Desa Nglinggis, bahwa Bendungan Tugu ini prospek ke depannya sangat bagus. Karena didu-kung dengan letaknya yang strategis tidak jauh dari jalur utama Trenggalek-Ponorogo. “Saya yakin 5 tahun setelah bendungan ini dibangun, akan mengungguli Bendungan Wonorejo yang ada di Kabu-paten Tulungagung,” yakin Bupati. >>Mlr/Kim

