Caleg PKB Dapil Ternate Utara Soroti Tata Kota Dan Perencanaan

Ternate, (MR)
Banyak permasalahan yang kaitannya dengan tata Kota dan perencanaan yang butuh solusi pemecahannya. Konon permasalahan perencanaan kota ini sudah sejak lama tapi alhasil sampai detik ini tidak pernah terjawab. Menurut Mohtar Bian, S.Ap, Caleg DPRD Kota Ternate Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil Ternate Utara, perencanaan Kota itu sudah punya regulasi, tapi implementasinya mentok.
“Saya tidak perlu menyebutkan regulasinya, tapi lihat sendiri permasalahan yang kita hadapi semisal pembangunan, rumah hunian di daerah terlarang seperti di areal makam atau pekuburan yang ada di Kelurahan Belakang Benteng, Kampung Makassar dan Santiong. Saya jadi tragis ada masyarakat yang bangun rumah berhimpitan dengan kuburan, apa ini tidak salah?,” paparnya.
Selain itu kurangnya kesadaran sebagian masyarakat Kota Ternate yang menganggap adalah hal biasa ketika membangun rumah di pinggaran bantaran kali mati, padahal ini sudah berulang kali dikasi pemahaman, teguran dan bahkan sanksi oleh dinas terkait juga Pemerintah Kelurahan, tapi lagi-lagi ini tidak digubris.
Caleg PKB ini menyoroti aspek kesadaran masyarakat sangat minim. Padahal Ternate sebagai sebuah Kota kecil dengan laju pertumbuhan penduduknya yang cukup tinggi, senantiasa menyisahkan problem akut seperti terbatasnya lahan pemukiman sementara masyarakat setiap saat harus membangun rumah. Olehnya itu Ia menginginkan perlunya kesdaran masyarakat Ternate. “Kesadaran itu adalah wujud keberadaban masyarakat Ternate yang memiliki tradisi, nilai kearifan lokal juga nilai-nilai religius,” ungkapnya.
Problem akut perencanaan dan tata kota, termasuk juga problem pendidikan, ekonomi dan sosial adalah sebuah pekerjaan rumah yang butuh tidak hanya kerja pemerintah, tapi semua elemen yang berkepentingan di Kota Ternate. Pak Ota sedemikian Ia disapa merasa terpanggil untuk mengawal aspirasi masyarakat.
“Mencermati problem pembangunan tersebut, Saya tentu merasa terpanggil sebagai warga masyarakat dan putra daerah disini untuk memberikan yang terbaik. Mantan Kepala Kantor Pertanahan Haltim dan Halbar ini didaulat penuh oleh masyrakat yang ada di Kelurahan Soa. Ini karena Pak Ota adalah Tokoh Masyarakat yang lengket dengan semua elemen yang ada di Kelurahannya,” ucapnya. >>Ateng

Related posts