Wabup Minta Semua Kegiatan SKPD Harus Berbasis Riset

Halmahera Utara, (MR) – Wakil Bupati (Wabup) Halut Muchlis Tapi Tapi mengharapkan kepada seluruh pimpinan SKPD di lingkup Pemkab Halut, agar dalam membuat program kegiatan harus berbasis riset dan kajian yang mendalam. “Saya mengharapkan kepada seluruh pimpinan SKPD agar tahun depan dalam membuat program kegiatan harus berbasis riset dan penelitian”, kata Muchlis saat membuka kegiatan peran kelitbangan dalam peningkatan kinerja pemerintah di hotel Greend Land, Tobelo, beberapa waktu lalu, (19/10).

Menurut Muklis, karena dengan kegiatan berbasis riset dan penelitian, maka program kegiatan bisa berjalan secara normal dan maksimal. Ini juga menjadi tandangan besar dari Balitbangda Halut dalam mengkaji berbagai aspek yang menyangkut dengan penelitian dan riset. “Tugas dari Balitbangda Halut adalah melakukan kajian dan penelitian seluruh program kegiatan SKPD”, katanya.

Kepala Balitbangda Halut, Yudhihart Noija kepada media ini usai kegiatan, mengungkapkan kegiatan penelitian dan riset sangat penting dilakukan oleh seluruh SKPD, karena salah satunya adalah meningkatkan kinerja. Dalam kegiatan ini juga kami mendatangkan pemateri dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Dr. Herie Saksono dan peserta dari pimpinan SKPD Halut dan Kepala Balitbangda Malut Mulyadi Wowor. “Kami akan menyediakan laboratorium sendiri di Balitbangda dan dialokasikan dalam APBD 2018”, singkatnya.

Sementara Kepala Balitbangda Malut, Mulyadi Wowor saat dikonfirmasi, menjelaskan Balitbangda adalah menjadi dapur dari penelitian dan riset. Karena sampai saat ini ketersediaan anggaran dalam APBD sangat minim untuk kegiatan penelitian dan riset. “Kalau dalam Permendagri Nomor 20 tahun 2011 adalah lebih mengarah kepada ketersediaan anggaran 1 persen dari APBD induk untuk kegiatan Balitbangda”, katanya.

Namun, sampai saat ini kenyataan di lapangan tidak sesuai, karena masalah dengan keterbatasan anggaran. Kalau dalam Permendagri Nomor 17 tahun 2016, peran Balitbang lebih luas dan mengarah langsung ke pengkajian dan penelitian berbasis riset. “Untuk di Propinsi Malut, kabupaten/kota yang baru ada Balitbangda hanya kabupaten Halut dan Halteng, sementara kabupaten lain masih dibawah Bappeda yaitu Bidang Litbang”, tutup Mulyadi. >>Karl  

Related posts