Halut, (MR) – Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Serikat Petani Galela (SPG) beberapa waktu lalu, (19/10) pukul 10.00 WIT melakukan aksi demonstrasi di kantor Badan Penyuluhan dan Pertanian Halut, Polres Halut, DPRD dan kantor bupati. Aksi ini memprotes aktivitas perusahan tapioka dari PT. KSO Capitol Casagro yang beraktivitas di lahan eks PT. GAI Galela. Koordinator aksi, Syafrudin Djafar dalam orasinya mengatakan kembalikan lahan petani Galela yang telah dirampas oleh PT. KSO Capitol Casagro.
Bahkan untuk diketahui lahan seluas ratusan hektar milik 10 desa di 4 kecamatan Galela, Galela Selatan, Galela Barat dan Galela Utara. “Kami meminta kepada pemerintah daerah agar percepat proses penyelesaian sengketa yang terjadi sejak masuknya PT. GAI pada 1991 hingga saat ini, termasuk realisasi ganti rugi dari perusahan”, katanya.
Selain itu juga melakukan mediasi pertemuan segitiga antara petani, PT. KSO dan pemerintah daerah. Batalkan perpanjangan HGU PT. KSO yang cacat secara hukum, karena tanpa sepengetahuan petani dan terjadi persengkokolan masal antara elit pemerintah dan pihak perusahan.
Kami juga akan mengadukan semua persoalan dalam kasus pelanggaran HAM dan penindasan sepihak kepada Komnas HAM dan LBH Nasional terkait dengan perlindungan hukum terhadap petani. “Jika semua langkah mengalami kendala, maka perwakilan petani Galela akan menghadap langsung ke Presiden RI Joko Widodo di Jakarta terkait dengan masalah petani”, tambah orator Sudarjono Buturu.
Setelah melakukan orasi, massa aksi langsung hearing di ruang meeting room kantor bupati, dengan wakil bupati Muchlis Tapi Tapi, Asisten I Setda H. Subakri Salim, Kaban Kesbangpol Wenas Rompis dan Kadis Satpol PP Frederick N. Sahetapy. Wabup Muchlis Tapi Tapi dalam pernyataan hearingnya, menjelaskan masalah petani 10 desa dengan pihak PT. KSO, selaku pemerintah daerah kami belum bisa mengambil keputusan secara pasti. Nanti, kami akan konsultasikan kepada bupati untuk duduk bersama menyelesaikan masalah ini.
“Rencana dalam waktu dekat bulan ini juga, pemerintah daerah akan melakukan pertemuan segitiga dengan pihak petani Galela, PT. KSO dan pemerintah daerah. Pertemuannya akan dilakukan langsung di Galela dan semua petani 10 desa harus hadir”, tutup Muchlis. >>Karl
