Kabupaten Malang, (MR) – Program Percepatan dan pemerataan pembangunan desa di Kabupaten Malang di akui Bupati Malang Rendra Kresna mengalami peningkatan cukup signifikan . Hal ini di utarakan Rendra saat menerima kunjungan rombongan Deputi kementerian Perekonomian , Deputi kementerian Pembangunan Desa tertinggal dan Transmigrasi di Peringgitan Pendopo Kabupaten Malang jalan H Agus Salim Kota Malang jumat (6/10).
Di dampingi beberapa Kepala Operator Perangkat Daerah (OPD) Pemkb Malang di antaranya Kadis Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Holtikultura Ir Nasri Abdul Wachid, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa Bambang Sumantri, Kadis Ketahanan Pangan Agus Prayitno , Kadis PU Sumber Daya Air Ir Moch Anwar dan beberapa Kepala Bagian Sekretariat Daerah Kabupaten Malang, Rendra memaparkan, keberhasilan pembangunan di Kabupaten Malang saat ini tidak lepas dari pemerataan pembangunan melalui penguatan sektor perekonomian berbasis pertanian.
“Di Kabupaten Malang kami memiliki luas lahan sawah beririgasi teknis seluas 46.000 hektar dan kami di target oleh kementerian pertanian dan pemerintah provinsi untuk menambah luas tanam sebesar 86 .000 hektar yang artinya meningkat sekitar 200 % dan ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah Kabupaten Malang untuk mewujudkannya. Meski kami akui untuk mencapai luasan tanam tersebut bergantung terhadap cuaca dan ketersediaan air yang cukup,”kata Rendra.
Ia menambahkan saat ini pemerintah Kabupaten juga tengah melakukan sinergi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi untuk terus mengoptimalkan keberadaan embung , dan Dam, meski di akui saat ini banyak di antara embung dan Dam tersebut mengalami sedimentasi akibat luapan lumpur dan batu saat musim hujan tiba yang berpengaruh terhadap pendangkalan embung tersebut.
“Hal ini terjadi akibat banyaknya hutan gundul akibat penebangan pohon yang berdampak pada kekuatan tanah itu sendiri, dan setiap tahun kami selalu melakukan pengerukan embung-embung tersebut,” tandas Rendra.
Hal ini, menurut Rendra yang menjadi salah satu penyebab petani di kabupaten Malang mengalami kesulitan air untuk sawah mereka. Padahal tambah Rendra hasil pertanian kabupaten Malang ini sangat besar bahkan menjadi salah satu daerah pemasok kebutuhan hasil pertanian di indonesia. “Saat bawang mengalami kelangkaan dan lonjakan harga, kami setiap hari mengirim 5 hingga 10 truk ke jakarta untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bawang,” tukas ketua DPW Nasdem Jawa Timur ini.
Bahkan, imbuh Rendra di Kabupaten Malang ini mengalami surplus hasil pertanian di antaranya padi , jagung dan ubi. “Kami di tahun 2016 mengalami surplus 86.000 ton padi , dari total surplus 760.000 ton hasil pertanian lainnya,”ujar Rendra. Rendra mengapresiasi masyarakat petani di kabupaten Malang yang saat ini telah mampu berinovasi dengan menciptakan berbagai macam olahan makanan berbasis hasil pertanian.
“Hal inilah yang menjadi kebanggaan dan mendorong pemerintah kabupaten Malang untuk terus memberikan pendampingan dan pelatihan bagi para petani kreatif tersebut,” beber Rendra Untuk itu Rendra berharap pemerintah pusat memberikan kebijakan dengan memberikan kewenangan pemerintah Kabupaten untuk membuat saluran tersier yang selama ini masih menjadi kewenangan pemerintah pusat. “Hal ini karena saluran tersier yang ada masih di dominasi tanah dan beberapa blockgran yang terbatas jumlahnya,” papar Rendra.
Ia yakin dengan dukungan pemerintah pusat , masyarakat petani akan semakin sejahtera dan tingkat perekonomian akan stabil. Senada dengan Rendra, Agustina Purbaningsih Deputi Kementan RI menjelaskan bahwa saat ini presiden Jokowi menegaskan pengelolahan air terpadu yang di integrasikan untuk lahan pertanian harus lebih di optimalkan. “Presiden Jokowi dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan tentang ketersedian air bagi pertanian harus di optimalakan karena berpengaruh terhadap produksi pertanian masyarakat. Bahkan draft Inpres nya sudah selesai menunggu untuk di sahkan,” ujar Agustina.
Bahkan ia menjanjikan dalam waktu dekat pihaknya bakal membangun embung dan optimalisasikan irigasi di desa Sanankerto Turen. “Ini sebagai salah satu pilot project program kementan dengan pemerintah Kab. Malang,”tutupnya. >>GT
