Pembangunan Gedung DPRD Menyerap Anggaran 18 Milliar

Teluk Bintuni, (MR) – Bupati kabupaten Teluk Bintuni Petrus Kasihiw sabtu  17 Juni 2017 meres-mikan Gedung kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Teluk Bintini yang beralamatkan di kilo 6 Distrik Bintuni.

Bupati meresmikan gedung DPRD bersama wakil bupati matret kokop, dan didampingi ketua DPRD Trluk Bintuni Simon Dowansiba yang dihadiri segenap pimpinan dan anggota DPRD serta forkopimda dan jajaran kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), tokoh adat, para tokoh Agama dan masy-arakat dari berbagai kalangan.

Dalam laporan tentang proses pelaksanaan pembangunan gedung DPRD Teluk Bintuni, Sekretaris Dewan Derek Asmuruf mengatakan, pembangunan gedung kantor DPRD dimulai pada tahun 2012 dan dilaksanakan secara berkelanjutan sampai selesai pembangunan fisik-nya pada tahun anggaran 2015 dengan total anggaran sebesar 81 miliyar 15 juta.

Dikatakan, Luas tanah gedung dprd adalah 30.000 meter persegi atau 150 m x 200 m. lahan dan fisik gedung ini dibangun menghabiskan anggaran sebesar Rp. 81 miliar 15 juta rupiah. Dengan rincian sebagai untuk pembangunan fisik dimulai dari tahun 2012 alokasi anggaran sebesar Rp. 6 milyar 275 juta, tahun 2013 Rp. 20 milyar 250 juta, tahun 2014 Rp. 23.milyar 560 Juta 190 ribu dan tahun 2015 Rp. 29. Milyar 930 Juta. Sementara untuk biaya pembebasan tanah Rp. 1 miliar. Selain lahan dan fisik bangunan, maka gedung ini dilengkapi dengan fasilitas penunjang kerja berupa interior dan mebelair yang dianggarkan pada tahun anggaran 2016 Rp. 8 milyar 500 juta.

Usai meresmikan gedung DPRD teluk Bintuni, Bupati kabupaten Teluk bintuni meminta kepada segenap anggota DPRD untuk menjaga dan merawat gedung DPRD dengan baik. Hal ini disampaikan Bupati usai meninjau gedung dprd setelah melakukan pengguntingan pita. Petrus Kasihiw menyampaikan beberapa hal diantarnya mengaku cukup bangga dan senang telah diresmikannya gedung DPRD yang bertepatan dengan satu tahun kepemimpinannya di Bintuni.

“Saya menyampaikan kepada pendahulu-pendahulu saya, bapak Alfons Manibuy dan bapak (Alm) Abu Kaitam yang telah bekerjasama dengan DPR masa itu dan telah membangun kantor ini,” Dikatakannya setelah diserahkan tahun 2015, pemimpin DPRD saat ini menyampaikan agar gedung ini segera ditempati. Oleh karena itu atas kesepakatan pemda dan DPRD dengan segala kondisi yang masih ada kekurangan gedung ini tetap segera difungsikan.

“Saya berharap agar gedung ini yang dari sisi nilainya cukup mahal, yaitu Rp 81 miliar lebih dan kita lihat kondisi ruangan dan mewah, menurut kacamata saya mewah, perlu perawatan, pemeliharaan yang baik. Kita berharap sekwan sebagai pengelola agar melihat kondisi fisik luarnya juga interior dan meubelernya”  Bupati mengakui masih banyak kekeruangan di gedung ini. Untuk itu dirinya telah memerintahkan kepada sekwan untuk memperbaiki dan menyelesaikannya (dina).

DPRD diminta untuk terbuka dan transparan kepada masyarakat. Tokoh Adat, Kepala Suku Irarutu Marten Wersin usai acara peresmian Gedung DPRD teluk bintuni berpesan kepada seluruh pimpinan dan angota DPRD harus bekerja sama yang baik dengan pemerintah daerah untuk kepentingan masyar-akat teluk ini, dengan menempati Gedunh baru ini diharapkan dprd lebih transparan dan terbuka kepada masyarakat terkait persoalan pembangunan di Bintuni.

Menanggapi gudeng DPRD yang megah, kepala suku Irarutu mengatakan gedung ini sangat indah dan baru kali ini ia melihat gedung yang sangat bagus. Namun dibalik kemegahan gedung tersebut rakyat masih dibawah taraf kesejahteraanya, Gedung baru kinerja anggota dprd diaggap belum maksimal.

“Mudah-mudahan dengan adanya gedung megah ini DPRD tahu diri untuk mendorong mereka lebih semangat dan giat kerja mengawal pemerintah agar rakyat bisa sama dengan gedung ini yang nampak makmur” Tokoh masyarakat H. Syamsudin Bauw selaku penggagas pembangunan gedung DPRD melihat kinerja anggota dewan saat ini belum maksimal dalam mengemban amanah rakayat. Menurut mantan anggota dprd Bintuni periode pertama ini, Gedung DPRD yang dibangun sudah bagus, haya saja yang menjadi pertanyaan apakah anggota baru ini bisa bekerja sebagus gedungnya atau tidak.

“Jangan hanya mementingkan kepentingan diri sendiri, karena kami lihat anggota DPR saat ini anggota DPR proyek tidak seperti pada jaman saya. Dengan adanya gedung yang bagus ini mereka harus memberikan pelayanan baik kepada masyarakat, supaya daerah ini bisa maju,” katanya. >>Haiser Situmorang

Related posts