Kurang Greget, Slogan Mutiara Diujung Utara Bakal Diganti?

Natuna, (MR)
Slogan Mutiara Diujung Utara sudah berusia lebih kurang 10 tahun dan sudah melekar di hati nasyarakat. Kendati demikian, ada wacana Pemerintah, untuk mengganti slogan ini, karena kurang menggigit (kurang terkenal,red).

Demi menambah nilai jual potensi wisata Natuna, kaya sumberdaya alam, Dinas pariwisata Kabupaten Natuna memandang perlu, memiliki Branding wisata untuk memperkenalkan Wisata ke wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Untuk mencari dan memberi “Brand” itu, Dinas pariwisata Natuna mengundang beberapa tokoh masyarakat, pelaku usaha, LSM bidang pariwisata, sejumlah OPD, dan penggerak wisata menggelar diskusi guna memunculkan branding wisata, yang berdampak cepat demi kemajuan pariwisata Natuna.

Dalam acara di gelar di rumah makan sisi basisir (6/4) ini, Erson Gempa Kadis Pariwisata Kabupaten Natuna meminta kepada seluruh peserta diskusi untuk memberi masukan serta informasi seluas-luasnya tentang wisata Natuna sebagai dasar pemberian nama brand wisata Natuna.

“Terima kasih atas kehadiranya, saya selaku pelaksana kegiatan, sesuai dengan tema diskusi ini mohon saran, masukan, serta informasi terkait wisata untuk bahan pertimbangan terkait branding wisata kita”, jelas Erson pada Forum Grop Discussion (FGD) .

Ia katakan, Natuna harus memiliki icon brand wisata seperti daerah, Bali terkenal dengan pulau dewata serta daerah wisata lainya, di kenal dunia yang memiliki brand wisata sesuai dengan identitas daerah mereka.

Dalam diskusi tersebut, Both sudargo pengelola destinasi wisata Natuna Alif Stone Park, berlokasi di sepempang berpendapat bahwa, Natuna kaya akan batu granit paling tertua di dunia, serta termahal bila di olah menjadi keramik, oleh sebab itu, dirinya berharap agar pemerintah daerah tidak mudah memberi izin kepada investor untuk mengambil batu granit dari Natuna.

Selain memilikii keramik bernilai tinggi, batu keramik Natuna, ukuranya besar. Hal tersebut dapat menambah pesona keindahan wisata kita. Jadi Kami harap, batu-batu granit , harus Kita jaga untuk kebutuhan pembangunan. Itupun jika sangat diperlukan.

Dirinya juga memuji tentang keanehan-keanehan batu granit tersebut, sehingga memiliki nama-nama tersendiri sesuai dengan history batu di maksud.

Saya berharap, nama batu yang telah diberi. Dijaga kelasteriannya. Jangan seperti batu hitam, dulu batunya ada, sekarang hilang, namun namanya masih melekat, kritik Both sudargo.

Berbagai masukan dari forum diskusi, Erson Gempa bersama para pakar bidang wisata akan mengkaji segala informasi wisata Natuna, dan berjanji akan melouncing Brand Wisata Natuna, pada tanggal 27 juli mendatang, bertepatan dengan hari jadi Kota Ranai.

Dalam konferensi pers dengan sejumlah awak media, Erson sudah punya trik untuk mempromosikan wisata Natuna. Terutama wisata diving dan arkeolog. Sebab wisata ini jarang ada di daerah lain. Kita berharap semua stek holder di Natuna bekerja sama untuk dapat membangun wisata di Natuna.Dengan demikian pertumbuhan ekonomi semakin meningkat.

“Jika dulu ada wisata mau menyelam, dikejar. Makanya harus di sinergikan. Dikomunikasikan bersama. Terutama, daerah kita merupakan daerah perbatasan perlu kehati hatian serta pengawasan, jangan sampai membuat investor takut.

Sementara Kementerian Pariwisata, memberi target berat buat Kita. Bayangkan saja ,untuk wisata Kepri ditargetkan 30 000 ribu. Untuk wisata lokal maupun luar. Natuna sendiri ditarget 175 .000. Saya minta dukungan dari rekan pers, bulan Mei Tim TP3N, akan Kita sahkan. Terdiri dari OPD, BUMD, dan instansi vertikal lain, dipimpin Sekda. Wisata ini bukan tugas pariwisata semata. Ada domen wilayah, Dishub, imingarasi. Kami hanya domen terakhir.

Terkait bakal ditukarnya slogan Mutiara Diujung Utara, Erson mengaku kaidah-kaidah dulu dibuat kurang berbobot. Makanya mau di ganti agar terlihat dampak bisa mendobrak wisata Natuna. Pokoknya tidak akan jauh dari nama Natuna. Terkait promosi, sedang merangkul media, sayangnya anggaran masih minim. Padahal wisata Natuna, selalu diagung-agungkan, makanya Kita berharap semua stak holder bisa bersinergi. Tahun ini Parawisata dapat anggaran 2 milyar dari Pusat. Tahun ini KKP akan melakukan peninjauan donasi wisata Natuna.

Dari hasil rangkuman diatasi, harus Kita akui gebrakan Kadis Pariwisata, sangat baik ditimbang Kadis sebelumnya sayangnya mutiara Diujung Utara harus diganti, padahal sudah banyak duit daerah disayembarakan, untuk mencari nama itu. Semoga wisata Natuna maju dan berkembang. >>Roy

Related posts