Maluku Utara, (MR)
Mengelolah sebuah taman pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah sesuatu yang tidak mudah bagi sebagian orang di masa usia senja. Manakala ketika anak-anak yang berusia dini tidak bisa menyerap apa yang telah di ajarkan, padahal sudah melalui proses panjang berbulan-bulan, ini mungkin sedikit merepotkan siswa, orang tua dan pengelola dalam mempertanggung jawabkan keberhasilan.
Namun berbeda dengan sosok Hj Sumihe,Sh. di usia senja dia tergolong sangat enerjik memoles sebuah taman pendidikan anak usia dini (PAUD) “Kasih ibu” yang berlokasi di lingkungan maliaro-terminal cinta Ternate Tengah Maluku Utara, Atas dedikasi dan sentuhan seorang HJ Sumihe, sebuah rumah sederhana yang menjadi warisan dari orang tuanya kini di sulap menjadi tempat belajar anak usia dini dan sekaligus tempat bermain dalam arti bermain sambil belajar.
Di temui Media Rakyat di sela-sela kesibukan-nya selasa siang (1/11), Pensiunan PNS dan mantan seorang kepala kantor Arsip kota Ternate ini mengaku bahwa yang dia lakukan karena ingin mengabdikan hidupnya untuk dunia Pendidikan, khususnya untuk pendidikan anak Usia Dini (PAUD) di Kota Ternate.
Tak hanya itu, dia juga membantu para orang tua yang ingin anaknya mengenyam pendidikan anak usia dini, menurutnya sekarang ini para orang tua di kota Ternate telah sadar akan pendidikan, PAUD ini kan fungsinya membantu para anak-anak usia dini dalam mempersiapkan diri menuju bangku sekolah dasar “ Mengelola PAUD merupakan satu panggilan di mana saya harus mengabdi untuk kemajuan dunia pendidikan di Provinsi Maluku Utara “ Besar Pengabdian-nya terhadap dunia pendidikan tentu tak jarang di ketahui publik Maluku Utara. Namun bagi dia yang terpenting yaitu ketulusan dan keteladanan prinsip. Ini pun di rasakan oleh salah seorang staf pengajarnya bahwa Ibu Hj.Sumihe itu sangat peduli dengan pendidikan terutama pendidikan PAUD.
Di singgung mengenai anggaran untuk membiayai tenaga pendidik, Dia (Hj.Sumihe-Red) mengaku “Untuk anggaran sangat minim, perbulan mereka tenaga pendidik hanya menerima intensif dari pemerintah hanya 100ribu. Mudah-mudahan pemerintah dapat mendengar dan menaikan intensif mereka sebagai tenaga pendidik. Akan tetapi prinsip saya jika secara pribadi saya mendapatkan rezeki maka saya memberikan tambahan biaya untuk tenaga pendidik, ini untuk menghargai dan menghormati mereka karena anak-anak dapat menyerap pelajaran juga berkat sentuhan para pendidik, ujarnya mantap. >>Guntur Budiawan

