Pemkab Gelar Coffee Morning di Jemaja dan Jemaja Timur

Anambas,(MR)

Coffee Morning perdana Pemkab Anambas dilaksanakan di kecamatan Siantan Kabupaten Kepulauan Anambas Pada Bulan Februari Lalu. Kali kedua ini Pemkab Anambas menggelar Coffee Morning di kecamatan Jemaja dan Jemaja Timur, Sabtu (29/09) lalu.

Acara dimulai dengan sambutan Camat Jemaja yang melaporkan seluruh kemajuan pembangunan infrastruktur yang ada daerah tersebut. Diantara proyek-proyek pembangunan, diantaranya : pembangunan jembatan kayu kampung baru, penyediaan air bersih, di Desa Impol ada pembangunan batu miring kantor desa dan rehabilitasi balai desa. Di Desa Air Biru ada pembangunan pelantar lingkungan rakyat yang telah selesai 65%, balai serba guna Desa Air Biru rampung 98%. Di Desa Mampok ada semenisasi jalan mesjid Istiqomah yang sudah selesai dimensi 2m x 51m, rehabilitasi jalan desa yang juga sudah rampung, serta pembangunan bak air yang rampung 50%.

Sementara untuk Desa rewak terdapat proyek pembangunan bak air bersih yang rampung 50%, pembangunan badan jalan selesai 40%, batu miring lapangan volley selesai 40% serta pembangunan jembatan penyebrangan yang sudah selesai dibangun. Yang terakhir untuk Desa keramut hanya ada 1 proyek, yaitu pengadaan mesin listrik dan rumah listrik dimana rumah dan instalasi listriknya sudah selesai 100%, sedangkan mesin nya masih dalam perjalanan, sehingga secara keseluruhan sudah selesai 60%.

Selain laporan kemajuan peroyek pengadaan infrastruktur di kecamatan jemaja, Camat juga melaporkan bahwa kecamatan telah melaksanakan rapat pembentukan panitia persiapan MTQ II kecamatan jemaja. Menurut camat panitia sudah terbentuk secara penuh, dan yang telah ditunjuk sebagai panitia sudah menunjuk pula koordinator dan anggota koordinatornya. “Kami mengharapkan support dari pihak kabupaten untuk mensukseskan acara MTQ II kecamatan jemaja yang akan diadakan tahun 2012. Yang mana pelaksanaan nya akan diadakan bertepatan dengan perayaan hari ulangtahun kemerdekaan RI dan lokasinya adalah lapangan yang berada didepan rumah camat” demikian paparnya.

Bupati KKA, Drs.T.Mukhtaruddin menyatakan keseriusannya dalam mengadakan acara dialog bersama dengan masyarakat ini. Muhtaruddin berkata, keseriusan nya itu ditunjukannya dengan mengajak segenap jajaran staf dan SKPD nya serta DPRD KKA turut serta rombongan untuk menggelar dialog bersama yang berthema coffe morning ini. “Tujuan kami datang kesini untuk berdialog secara langsung dengan masyarakat Jemaja. Untuk menampung semua apa saja yang menjadi kendala dalam melaksanakan kegiatan pembangunan di kecamatan Jemaja dan Jemaja Timur ini. Muda-mudahan ada hal yang bisa kami bawa pulang ke Tarempa dan akan segera kami tindak lanjuti, sehingga apa yang diharapkan oleh masyarakat nantinya akan dapat terwujud”, ungkap Bupati diawal sambutannya.

Selain itu, Bupati juga menyatakan kebanggannya kepada masyarakat Jemaja. Bupati menilai semua dana bantuan pengadaan infrastruktur masih bisa dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin, malah pada akhirnya kebanyakan selesai dengan kualitas dan waktu yang lebih singkat dari yang direncanakan, dan secara langsung ataupun tidak langsung terselip partisipasi masyarakat Jemaja dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan kebutuhan infrastruktur.

Selain menilai Infrastruktur desa yang sudah dapat diselesaikan, Program pembangunan Pemda, terutama  program pembangunan fisik sudah sebagian besar terlaksana. Antara lain pembangunan atau rehab Puskesmas, terlihat untuk sementara puskesmas dipindahkan ke mess, karena gedung Puskesmas memang sedang direhab. Selain itu juga ada pembangunan taman, jalan yang menuju ke kecamatan Jemaja Timur, serta jembatan menuju Jemaja Timur yang awalnya terbengkalai sudah dikerjakan dan sudah selesai. Jalan masuk kantor camat jemaja timur juga masih dalam pengerjaan, dan bupati berharap bisa diselesaikan pada akhir tahun.

Untuk proyek merehab jalan sampai ke pelabuhan perintis, bupati berkata belum bisa direalisasikan. Mengenai Anggarannya sudah keluar sebesar 2 milyar rupiah, akan tetapi waktu tidak cukup untuk mengadakan pelelangan dan untuk mengerjakannya. “Kita sudah mengadakan penghitugan waktu, tapi memang dipaksakan pun tidak akan cukup jika dikerjakan menjelang desember.

Jadi kita rencanakan pembangunan jalan tersebut akan dikerjakan selambat-lambatnya februari 2012, dan masyarakat tidak usah takut, karena anggarannya tidak akan hilang” ujarnya.

Bupati juga memperingatkan khusus kepada Wakil Bupati dan Kepala Dinas PU Saya untuk menjaga dana anggaran tersebut. “Saya tidak mau anggaran tersebut sampai hilang. Ini hutang saya kepada masyarakat, dan hutang itu saya ucapkan di mesjid pada saat safari ramadhan. Saya berterimakasih sudah sering diingatkan, dan saya sudah perjuangkan mulai dari dana sampai persetujuan DPRD dan sekarang hanya terkendala diwaktu pelaksanaan saja”, kata Bupati.

Proyek pembangunan jalan tembus dari genting mulur memiliki kasus yang sama dengan rehab jalan ke perintis. Anggaran sudah ada tapi waktu pengerjan diperkirakan tidak cukup. Bupati berkata bahwa takutnya pembangunannya terbengkalai ditengah jalan. “Kita akan segera kerjakan pada awal 2012. Saya takutnya kalau dipaksakan, kita menghadapi musim penghujan. Daripada pekerjaan itu nantinya sia-sia, lebih baik kita bersabar 2 atau 3 bulan. Saya tidak mau kerja seadanya. Pekerjaan itu harus bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Jangan asal jadi atau asal kerja saja, saya tidak mau seperti itu, karena hal seperti itu tidak akan mengatasi masalah kita sama sekali.” Janji Tengku kepada masyarakat Jemaja dan Jemaja Timur.

Membahas masalah pertanian, bupati berjanji akan menyiapkan waktu khusus untuk melaksanakan dialog dengan masyarakat Jemaja Timur mengenai areal pertanian. Karena areal pertanian dan kehutanan banyak berada di kecaamatan Jemaja Timur. Pemda dan pemprov sangat serius mengenai masalah yang satu ini, terbukti kepala dinas pertanian provinsi langsung hadir dalam acara ini. Kita memiliki keseriusan khusus dalam membangun pertanian di daerah ini, karena memiliki banyak potensi  perkebunan dan pertanian” Ujar Tengku.

Bupati berkata, selain di Jemaja Timur, ternyata di Palmatak juga terdapat hamparan yang sangat luas untuk dijadikan area persawahan, mulai dari desa payalaman sampai ke desa Langir dengan luas sekitar 1000 Hektar, itu tanah Negara yang bisa dibuka persawahan. Kalau di Jemaja Timur dicetak area persawahan sebesar 1000 hektar, maka Tengku yakin bahwa KKA akan surplus masalah pengadaan beras. Hal ini akan dikembangkan dalam perencanaan jangka panjang. Pemda akan membuat perencanaan yang betul-betul sempurna dan matang agar tidak terbengkalai dan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. “Sedangkan sekarang saja Cuma 35 hektar, dan masyarakat sudah menikmati hasilnya dengan beras dari transmigrasi, apalagi kita bisa mengelola 2000 hektar sekaligus, pasti semua kebutuhan kita terpenuhi seutuhnya.

Soal pemasaran akan kita bantu. Jika tidak habis dipasarkan di masyarakat KKA, kita akan titipkan ke kepala dinas pertanian untuk menampung hasil pertanian kita di provinsi. Akan lebih baik menikmati hasil pertanian sendiri daripada mendatangkan dari luar daerah. Manfaatnya berlipat ganda, produksi pertanian masyarakat kita tertampung, pekerjaan mereka berlangsung secara rutinitas dan secara tidak langsung akan meningkatkan kesejahteraan mereka,” paparnya dalam pidatonya.

Selain membahas masalkah pertanian, Bupati juga membahas hal lain. Salah satunya adalah masalah Pariwisata dan Promosi. Bupati menanyakan pendapat masyarakat yang hadir tentang  kesiapan mereka untuk menerima kunjugnan turis mancanegara. Tengku mengaku belum mengambil kebijakan apapun mengenai kunjungan turis mancanegara, sampai masyarakat memberikan tanggapannya mengenai maslah ini. Hal ini dibahas oleh bupati KKA berkaitan dengan telah diundangnya Kepala Dinas Pariwisata dan Promosi oleh kapal pesiar Star Cruise yang membawa wisatawan mancanegara sebanyak 2000 orang.

Menurut Tengku, mereka sangat berkeinginan berkunjung ke Padang Melang untuk menikmati pantai yang indah dan bersih dan menyelam untuk menikmati terumbu karang. Tapi sebelum memutuskan untuk menerima kedatangan turis tersebut, Bupati ingin bertanya dulu tentang kesiapan masyarakat KKA. Kalau masyaratak siap menerima, Tengku berjanji akan mengarahkan dan akan membantu fasilitasnya. Akan tetapi, jika belum siap, daripada menjadi polemik lebih baik menunda kedatangan turis asing tersebut. “Saya minta pemuka masyarakat membuat kesepakatan berisi bahwa kita siap untuk menerima kedatangan tamu-tamu kita. Jangan sampai mereka datang kita malah bikin ribut. Saya tidak mau itu terjadi”, ujarnya.

“Saya hanya berfikir secara ekonomis, kalau mereka datang masyarakat kita bisa berjualan disana. Kita akan buat tenda-tenda yang murah tapi indah dan kita akan siapkan fasilitasnya. Jika separoh saja dari para turis itu turun, pasti mereka ingin menikmati makanan khas daerah, tentunya dengan harga yang lumayan, berapa banyak keuntungan yang bisa didapat? Itu semua untuk masyarakat.” Kata Bupati menyampaikan harapannya. Jika memang berkembang, Tengku berkata akan menyiapkan yang lebih besar lagi, seperti menyiapkan rumah-rumah singgah sementara.

Selain itu, Tengku juga menyampaikan harapannya kepada masyarakat yang hadir soal mempertahankan budaya negeri sendiri, walaupun nantinya banyak wisatawan asing yang akan datang. “Kalau kita ingin memajukan pariwisata di daerah kita ini, kita memang harus longgar sedikit. Tidak boleh kaku dalam menghadapi situasi. Tapi yang harus digaris bawahi, kita boleh menerima, tapi tidak menghancurkan adat istiadat dan budaya kita. Budaya melayu dan ke sopan-santunan kita harus tetap kita jaga” demikian paparnya.

Tengku juga berkata bahwa seluruh pulau-pulau di KKA ini sedang diteliti dan nantinya akan dibuat profil pulau per pulau nya. Dan menurut Bappeda akhir November akan selesai. Profil nya nanti akan menggambarkan situasi lengkap, luas pulau dan potensi setiap pulau. Siapa yang berniat untuk investasi bisa ditawarkan profil pulau tersebut untuk mempermudah. “Kita ingin memajukan KKA dengan tidak hanya berpangku tangan menunggu hasil DBH setiap tahun. Kita ingin mencari pendapatan yang lain yang sah yang potensinya ada di KKA” kata Tengku.

Selain sudah dikenal di nusantara, keindahan alam KKA juga sudah dikenal oleh khalayak mancanegara. Tengku sedikit bercerita soal pengalaman Kepala Kadin Provinsi Kepri yang mengadakan kunjungan ke Washington DC beberapa saat yang lalu. Di sana dipamerkan sebuah daerah dengan potensi pariwisata yang luar biasa. “Ternyata yang dipamerkan itu adalah Anambas. Beliau langsung menemui saya dan berkata ‘selamat pak, daerah bapak sudah dikenal di Amerika’” kisah Tengku kepada masyarakat.

Promosi tentang KKA tidak lepas dari kinerja Departemen Kelautan dan Perikanan. Menurut Tengku DKP sudah membukukan soal promosi anambas dalam sebuah buku yang tebal, yang selalu diedarkan kepada setiap tamu negara yang datang. Semua berawal dari pameran pembangunan di Lagoi. Pada waktu itu buku tentang promosi KKA diambil oleh presiden dan Ibu Negara, dan Presiden memberikan perintah lisan untuk memperbanyak buku tersebut. “Kita hanya punya 1 buku itu. Tapi karena Ibu Presiden yang mengambil, petugas kita tidak berani melarang. Padahal itu satu-satunya yang kita punya. Rupanya dari keiklasan kita memberikan, bisa membawa berkah yang baik buat kemajuan KKA ini.” kisah Tengku.

Untuk mencapai semua tujuan itu, menurut Tengku Motto KKA harus tetap dijunjung tinggi, yaitu berpayungkan budaya melayu. Budaya tidak boleh dileburkan hanya untuk kepentingan ekonomi, tapi harus diselaraskan, budaya dipelihara dan kepentingan ekonomi kita jalankan.

Hal terakhir yang dibahas Bupati adalah masalah Bandara Letung. Pada (27/10) team dari Departemen Perhubungan telah turun untuk melakukan peninjauan langsung sebanyak 5 orang, dan menurut laporan team tersebut mereka bertekad sebelum akhir tahun surat izin dari Menteri Perhubungan bisa segera turun. “Kalau izin Menteri Perhubungan bisa keluar sebelum akhir tahun, tahun 2012 kita akan mulai membangun fisik bandara. Saya juga ditantang oleh sekelompok orang. Mereka bilang saya terlalu ngotot untuk membangun bandara di letung, mereka bertanya, apakah saya mampu jika tidak ada bantuan? Saya jawab Insya Allah mampu. Karena tekad provinsi juga akan membantu kami. Kita hitung-hitung angkanya juga tidak terlalu besar, sekitar 100 milyar rupiah. Kalau kita upayakan 2 tahun anggaran, pasti bisa selesai, dan itu belum termasuk bantuan dari provinsi.”  ujar Tengku optimis.

Masyarakat juga mengapresiasi tentang perea-lisasikan bandara di Letung tersebut. Terbukti bahwa sambutan masyarakat saat ditanya apakah mereka bersedia jika bandara direalisasikan walaupun memotong anggaran pembangunan lainnya, mereka meng-ungkapkan kesetujuan dengan nada gembira dibarengi tepuk tangan.

Untuk mempersiapkan proyek pembangunan bandara tersebut, Tengku berkata akan memulai dengan membangun jalan yang baik menuju lokasi bandara, mulai dari Bukit Padi sampai ke pagar landasan bandara tersebut. proyek tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada 2012 mendatang. “Dinas PU harap ingat, kita telah berjanji 2012 akan membangun jalan menuju bandara tersebut, dan dari DPRD dimohon dukungan nya. Tidak banyak lagi, hanya 3 km lagi yang masih tanah. Selain itu jalan yang dari SMA Letung juga akan kita tarik langsung tembus ke pagar bandara, jadi ada 2 jalan menuju bandara”  Pungkasnya. >>Sarma/SES

Related posts