Kotamobagu, (MR)
Setelah tiga Tahun masyarakat Kota Kotamobagu menantikan kemeriahan kebudayaan adat Cap Gho Me, akhirnya pemerintah kota melaksanakan kegiatan keagamaan tersebut.
Sabtu, (11/02) lautan manusia nampak di pusat pertokoan untuk menyaksikan perayaan ritual keagamaan umat konghucu / tri darma yaitu Cap Go Meh 2568/2017.. Saking ramainya, para pengunjung saling berdesakan dan melangkah perlahan guna menikmati hiburan serta sajian stan kuliner yang ada.
Perayaan Cap Go Meh ini tak hanya dihadiri oleh warga Tionghoa, seluruh lapisan dan golongan masyarakat Bolaang Mongondow Raya juga memeriahkan acara yang digelar sekali setahun ini. dengan tema Nusantara satu merajut kebhinekaan, memperkokoh NKRI. Karnaval budaya daerah tersebut dimulai dari Jl. kartini menuju Jl. A. Yani kembali ke Jl. Kartini.
Walikota Kotamobagu, Ir. Tatong Bara mengatakan dengan adanya karnaval budaya ini seluruh masyarakat Kota kotamobagu bisa bersatu dalam adat dan kebudayaan yang ada di Indonesia, saling menjaga persatuan bangsa tidak ada perbedaan agama, ras dan suku. karena dalam karnaval budaya Cap Go Meh ini berbagai macam kebudayaan ada seperti kebudayaan seni tari Purworejo, Bali, pakaian adat Makasar.
Sementara itu Ketua Panitia Cap Go Meh 2568, David Budiman (ko Fani) mengatakan sekitar sepuluh panggung kecil disiapkan di tiap toko dan bank. Di tiap panggung masyarakat bisa santai menikmati kopi khas kotamobagu sambil karokean.
Ia pun mengucap syukur di tahun ayam api ini Klenteng Hian San Sen Mu Khung bisa direstui untuk membuat kegiatan Cap Go Meh yang memiliki makna yang sangat berarti bagi umat Budha berlimpahnya rejeki.
Semua keinginan dan harapan terwujud semoga kedepan masyarakat bisa mengambil hikmah dari shio ayam api, ayam yang berarti rajin karena tiap pagi sudah bangun untuk bekerja, tapat waktu, disiplin. Makna api yaitu semangat.
Kesempatan yang sama, Suryono Wijoyo, Owner Supermarket Paris Store berharap dengan adanya karnaval budaya ini bisa menjadi agenda rutin pemerintah kota kotamobagu sekaligus Cap Go Meh bisa menjadi pelestarian budaya etnis dan pilar masyarakat di kotamobagu.
“Kebahagian pemilik toko terlihat jelas saat tangsin turun dari kio dan menuju ke tokonya untuk berdoa, sambil mengucap syukur ke maha kuasa. dipercaya dengan datangnya tangsin ke toko berarti yang maha kuasa memberikah berkah dan kesehatan bagi seluruh keluarganya. >>Neni
