Kotamobagu, (MR)
Demi menjaga keutuhan NKRI. Mereka rela meninggalkan istri dan anak untuk bertugas, sepuluh tahun berpisah menjadi beban moral keluarga yang ditinggalkannya. Dengan satu harapan akan berkumpul kembali bersama keluarga.
Itulah yang dirasakan 64 pasukan Satgas Pamtas RI- Malaysia dari Kipan C Yonif 713/ST Brigif 22/OMS. Pada Kamis, (02/02) ahkirnya mereka bisa berkumpul kembali bersama keluarganya.
Kedatangan mereka ke Kota Kotamobagu langsung di jemput oleh Lurah Fatmawati Ginano dari Kelurahan
Mogolaing bersama Siswa SD Negeri 1 Mogolaing dan TK Kumtum Seruni Mogolaing sambil melakukan yel-yel “Selamat datang TNI. Kami bangga pada TNI,”
Demisius Abraham sebagai Danki Satgas juga sebagai Danton di Kipan C Yonif 713/ST mengatakan selama di kalimantan pasukan melakukan tugas pokok menjaga dan berpatroli patok perbatasan RI dengan Malaysia.
Tidak mudah menjaga patok perbatasan. Medan kondisi yang bergunung sehingga penyaluran stok makanan harus melalui udara, namun itu bukan menjadi halangan, kita terus bersatu untuk menjaga patok perbatasan RI-Malaysia, kata Abraham.
Debby Rumengan yang mewakili perasaan dari Ibu-ibu Persit mengatakan saat suami bertugas kita hanya bisa mendoakan mereka agar selalu dilindungi Tuhan, tidak adanya komunikasi membuat seluruh ibu-ibu persit merasa cemas. Namun syukur kepada Tuhan hari ini bisa kembali berkumpul bersama keluarga.
Nur Budi Harianto sebagai Kakorum, mengatakan. “Teruslah bekerja berbuat yang terbaik bagi bangsa Indonesia demi Keamanan Negara dan daerah, untuk masa depan keluarga kita,” terang Harianto Kemeriahan pun bercampur dengan kesedihan, sekian lamanya ada di perbatasan. Pasukan Satgas Pamtas RI-Malaysia akhirnya bertemu dengan orang yang di cintai. >>Neni
