DR. H. Rasiyo, Msi : Perlu Jiwa Entertain Dari Setiap Stakeholder Untuk Kelola Pariwisata

Surabaya, (MR)

Jatim perlu menyontoh metode yang dilakukan oleh Negara lain dalam menarik wisatawan. Negara lain, mengemas potensi pariwisatanya dengan menonjolkan kelebihan yang dimiliki. Sehingga, wisatawan bisa mengerti apa daya tarik dari tempat wisata tersebut.

Kata Sekdaprov Jatim, Dr. H. Rasiyo, MSi, saat memberikan sambutan pada Pembukaan Rapat Forum Komunikasi Pembangunan Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Tahun 2011 dengan tema “Dengan Hari Pariwisata Dunia kita Tingkatkan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata dalam Mewujudkan Pelestarian Budaya, Penguatan Citra dan Ekonomi Masyarakat” di Hotel Orchid, Batu, Selasa malam (19/10).

“Sebagai contoh, Jatim bisa meniru metode yang dilakukan oleh Perancis dalam menarik wisatawannya. Ada salah satu patung Monalisa di Perancis yang memiliki daya tarik yang luar biasa bagi wisatawan, karena dikemas dengan baik oleh pemerintah Perancis, setiap detailnya di publikasikan kepada wisatawan. Jadi, kenapa di Jatim tidak diupayakan cara seperti itu,”. Tambahnya.

Pengelolaan Pariwisata di Jatim ini, memerlukan jiwa entertain dari setiap stakeholder baik dari provinsi maupun kabupaten kota. Hal itu tentunya merupakan pekerjaan rumah bagi semua pihak, bagaimana mengemas produk pariwisata di Jatim agar bisa dipromosikan ke provinsi lain maupun luar negeri.

Menurutnya, dalam mengemas potensi pariwisata memerlukan pemikiran yang bagus, bagaimana potensi pariwisata tersebut bisa menjual. Kemasan tersebut menjadi daya tarik utama dalam menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk mengunjungi Jatim. “Pengembangan pariwisata di Jatim, harus dikemas lebih menarik supaya wisatawan tertarik untuk mengunjungi Jatim. Oleh sebab itu dibutuhkan jiwa entertain dari setiap stakeholder dalam pengembangannya,”. Ujar Sekdaprov Jatim.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), Jumlah Wisatawan Mancanegara (wisman) yang datang ke Jatim melalui pintu masuk Juanda pada bulan Agustus 2011 mencapai 16.553 orang atau turun 1,40 % dibanding jumlah wisman bulan Juli 2011 yang sebanyak 16.788 orang. Secara kumulatif, jumlah wisman Januari-Agustus 2011 mencapai 120.612 orang atau naik sebesar 7,71 % dibanding jumlah wisman periode yang sama tahun 2010 yang mencapai 111.974 orang.

Pada bulan Agustus 2011, sebagian besar wisman yang berkunjung ke Jatim berasal dari Malaysia yaitu sebanyak 2.187 orang, diikuti Singapura 933 orang dan China sebanyak 830 orang. Dibanding bulan Juli 2011, wisman Malaysia turun sebesar 13,69 %,wisman Singapura turun 8,89 % dan wisman berkebangsaan China turun sebesar 33,44 %.

Pada triwulan dua Tahun 2011, sektor pariwisata Jatim memberikan kontribusi cukup signifikan dalam perolehan PDRB yaitu mencapai Rp. 5.608.870.120 atau mengalami kenaikan 13,26% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2010 sebesar Rp.4.952.116.090. Kedepan, sektor pariwisata diharapkan bisa mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Jatim.

Sekecil apapun potensi wisata harus bisa mendorong berkurangnya kemiskinan serta pengangguran. Setiap pengembangan dan pembangunan potensi pariwisata, memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bisa diserap dari warga sekitar lokasi wisata. “Secara tidak langsung, penyerapan SDM tersebut, mengurangi angka pengangguran, dan kemudian secara perlahan-lahan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan,”, Tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, Dr. H. Jarianto, MSi, menyampaikan beberapa tujuan diselenggarakan rapat ini, antara lain, sebagai media evaluasi bersama dalam pengembangan kebudayaan dan pariwisata 2011, merupakan media komunikasi bersama dan memahami pengembangan kebudayaan dan pariwisata, merupakan media komunikasi dan informasi tentang kebijakan pengembang-an kebudayaan dan pariwisata provinsi jawa timur.

Rapat ini berlangsung selama tiga hari, yakni tanggal 19 – 21 Oktober 2011 dan diikuti 70 orang yang berasal dari instansi kebudayaan dan pariwisata 38 kabupaten kota di Jatim, serta dari kepala bidang atau UPT di lingkungan Disbudpar Jatim. >> Gc/Hs

 

Related posts