2017 PDAM Targetkan Pendapatan Rp 80 Miliar

Kab. Malang, (MR)
Tahun ini, PDAM Kabupaten Malang memiliki pencapaian target yang tinggi dibandingkan tahun lalu. Direktur PDAM, Samsul Hadi kepada Media Rakyat menjelaskan, tahun ini target pendapatan mereka Rp 80 miliar. Tahun lalu, pendapatan mereka Rp 76 miliar. Target peningkatan pendapatan ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Otomatis jika ada kenaikan pendapatan, PAD juga meningkat,”katanya.
Pendapatan sebanyak ini, lanjut dia dihasilkan dari tiga komponen pemasukan dari PDAM. Salah satunya penjualan air minum dalam kemasan (AMDK). “Kami mendapatkan dari penjualan air, non air dan produksi AMDK Tirta Kanjuruhan,”imbuh abah Samsul sapaan akrabnya selasa (17/1). Diprediksi, laba bersih yang didapatkan PDAM dari pendapatan sebesar Rp 80 miliar, adalah sebesar Rp 11 miliar.

“Dari laba itu, kami menargetkan dapat menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 4,5 miliar. Tahun lalu Rp 4 miliar,” tukasnya. Saat disinggung tentang perkembangan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang baru saja diluncurkan di penghujung tahun 2016, pria ramah ini menjelaskan, pihaknya saat ini sudah memasarkan produk yang di produksi di dusun Sendang Ngajum tersebut mulai kemasan gelas, botol kecil, hingga botol besar. Untuk awal kita sudah pasarkan di lingkungan pemerintah Kabupaten Malang , mulai kantor dinas , Badan , Bagian yang ada di lingkungan Pemkab,”bebernya.

Di tambahkan produk AMDK yang mengambil sumber dari Umbulan dusun Sendang tersebut sebagai bahan bakunya, lanjut dia, memiliki debet air sebanyak 350 liter per detik dan sebanyak 156 liter per detik digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih oleh PDAM. “Sementara untuk produksi Tirta Kanjuruhan ini kebutuhan kami 5 liter per detik. Dia menargetkan, pendapatan di 2017 ini, keuntungan yang di targetkan sebesar Rp 284 juta dapat terealisasi. “Harapannya lima tahun kita sudah mencapai break event point (BEP),” tegas dia.

Tidak itu saja , tambah Samsul saat ini pihaknya tengah membangun tandon air bersih di Kelurahan Penarukan, Kecamatan Kepanjen. Di jelaskan proyek pembangunan tandon air senilai sekitar Rp 100 miliar yang bersumber dari dana bantuan pemerintah pusat tersebut sudah dapat di manfaatkan akhir tahun 2017.

“Selain untuk membangun tandon air , dana tersebut juga di alokasikan untuk proyek instalasi pipa sekaligus bangunan untuk pengelolaan di dekat sumber air. Pembangunannya masuk proyek multiyear dan sudah dimulai tahun 2016 dan sekarang sedang kami kebut pengerjaannya.

Di tambahkan, nantinya tandon mempunyai kapasitas yang cukup besar. Debit alirannya mencapai 100 liter/detik dan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah selatan Kepanjen hingga Desa Gampingan, Kecamatan Pagak. Tujuan membangun tandon ini memang untuk menambah kapasitas dan peningkatan pelayanan terhadap masyarakat terkait air bersih,” pungkasnya. >>Giz

Related posts