Majalengka, (MR)
KABAR yang terkuak dengan adanya warga dari wilayah Kabupaten Majalengka yang menjadi pengikut Padepokan Kanjeng Dimas Taat Pribadi sesuai penuturan dari mantan pengikut Padepokan Kanjeng Dimas warga asal Desa Tegalgubuk Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon belum diketahui secara pasti.
Saat ini kebenaran informasi yang mengenai adanya Delapan orang warga asal kabupaten Majalengka yang menjadi pengikut Kanjeng Dimas Taat Pribadi masih ditelusuri.
Hal tersebut disampaikan kepada Media Rakyat oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) Kabupaten Majalengka Drs. Nana Rusmana selasa (4/10) diruang kerjanya, dikatakanya bahwa pihaknya memang telah mendapatkan kabar bahwasanya para pengikut Padepokan Kanjeng Dimas Taat Pribadi bukan hanya berasal dari Cirebon dan Indramayu juga pengikutnya ada juga berasal dari warga Kabupaten Majalengka.
“Katanya sih ada warga kita juga yang menjadi pengikut Padepokan Kanjeng Dimas Taat Pribadi, tetapi saat ini belum ada Informasi secara detail tentang hal itu.
Meski demikian pihaknya menanggapinya secara serius tentang kabar yang beredar tersebut dengan terus menggali informasi serta melakukan penelusuran karena tidak menutup kemungkinan kabar tersebut beredar itu memeng benar adanya, tetapi untuk saat sekarang belum ada karena kami masih melakukan penelusuran, begitu jelas Nana Rusmana.
Sementara disisi lain Ustadz Nurul Syadied mengatakan, “ bahwa apa yang dilakukan oleh Taat Pribadi sebenarnya merupakan praktek penipuan yang menggunakan cara-cara lama, cara lama yang dimaksud adalah penggandaan uang secara ghaib, dan cara ini bisa disebut juga tipuan mata dengan menggunakan sihir atau kerjasama dengan syetan dan jin.
Tipuan mata ini hanya bisa dilakukan oleh penipu yang memiliki perjanjian khusus dengan setan dari jenis jin, dan mereka dikenal dengan sebutan sebagai dukun, paranorman, orang pintar,katanya”. Dalam prakteknya juga katanya,mereka biasanya memiliki perilaku khusus dalam kerjasama dengan syetan dari jenis jin yang harus diyakini adalah uang yang dihasilkan dari bantuan syetan semacam itu dan bukanlah uang yang nyata, karena uang yang dibuat oleh Bank ada nomor serinya masing-masing, jelas Ustadz. >>Kris
