Proyek Talud Stadion Olah Raga Anambas Hampir Rampung

Anambas,(MR)

Proyek pembangunan Talud Stadion Olah Raga di Kabupaten Kepulauan Anam-bas telah mencapai progress 80% bulan ini, dan akan segera rampung pada akhir tahun 2011.

Proyek pembuatan Talud ini adalah langkah awal untuk pengadaan stadion olahraga di kabupaten kepulauan Anam-bas. “Karena ombak diwilayah Tarempa ini besar sekali, jadi harus dibangun Talud, sehing-ga nantinya stadion olahraga yang akan dibangun didaerah itu bisa bertahan dari kondisi alam yang berombak besar tersebut.” terang Affandi, Kabid PORA sebagai perencana awal pembangunan Talud tersebut kepada wartawan koran ini.

Di konfirmasi mengenai apakah pelaksaan sudah berja-lan sesuai dengan perencanaan, Kabid PORA lebih memilih tidak menjawab. “Soal berjalan sih pasti berjalan. Tapi kalau presentase nya, saya tidak bisa mengkonfirmasi apa-apa. Kita hanya bekerja sampai peranca-ngan saja. Setelah itu sudah, pekerjaan kita selesai. Yang tau jelas soal progress nya itu PPTK nya.” ungkapnya saat ditemui di kantor dinas pari-wisata baru baru ini.

Proyek yang dikerjakan oleh CV.Payaman ini dijad-walkan rampung pada tanggal 16 desember 2011. Menurut PPTK, Madison, S.Pd, proyek Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Pembelian Bahan Bangunan Talud Stadion Olah-raga Kabupaten Kepulauan Anam-bas harus rampung dalam 150 hari kalender, dan sudah dimulai sejak tanggal 20 juli 2011. “Sesuai kontrak penger-jaan dijadwalkan selesai dalam 150 hari kalender. Jadi masih ada 2 bulan lagi waktu penger-jaan yang tersisa.” terang nya.

Secara fisik talud merupa-kan pagar yang terbuat dari batu-batu yang disusun pan-jang tanpa perekat semen sama sekali. Menurut Affandi, yang dibuat ini baru merupakan pondasi tahap awalnya saja untuk pembuatan talud. Tapi melihat kondisi batu-batu  yang disusun  sepertinya kecil dan kurang memenuhi standard.

Saat ditanya tentang renca-na standard batu yang akan dipakai dalam pembangunan talud tersebut, Affandi menje-laskan bahwa batu yang dipakai maksimal adalah batu yang  bisa diangkat oleh 2 orang. “Kita memakai standard besar maksi-mal batunya adalah yang bisa diangkat oleh 2 orang  pekerja. Kita menggunakan standard tersebut karena pengerjaan nya murni dengan tenaga manusia tanpa menggunakan alat berat (mesin). Tapi untuk standard besar minimal, memang kita tidak menentukan sama sekali.” jelas nya.

Saat mengkonfirmasi masa-lah batu yang digunakan untuk proyek tersebut, Robby, seba-gai konsultan pengawas proyek mengatakan, batu yang diguna-kan sekarang sudah sesuai dengan basetag yang ada. “ Pengerjaan nya sudah sesuai dengan basetag. batu yang kita gunakan juga sudah sesuai dengan standard yang tertuang didalam basetag,” ungkapnya.

Berbicara soal presentase progress pengerjaan, baik Robby maupun Madison sama-sama mengatakan, bahwa proyek yang menelan dana APBD kabupaten Kepulauan Anambas sebesar 1 milyar lebih ini sudah berjalan dengan baik.

Masing-masing mereka mengatakan kalau sekarang pengerjaan sudah mencapai presentase 80% dari total pengerjaan. “Dari total sekitar 2.900 meter kubik yang harus dikerjakan, sekarang sudah selesai 2.800 meter kubik. jadi bisa dikatakan proyek ini berjalan sesuai dengan sche-dule yang sudah ditetetapkan,” katanya.

Robby juga menambahkan akan terus mengevaluasi pe-ngerjaan pembangunan Talud tersebut dalam 2 bulan yang tersisa. “Masih ada banyak waktu untuk penyelesaiannya. jadi kita akan terus membenahi. kalau ada kesalahan-kesalahan kita akan terus perbaiki. masih ada waktu 2 bulan sampai proyek pembangunan talud ini rampung.” ujar Robby Menam-bahkan. >>Sarma/Edo

Related posts