Tjaturina Wihandoko Hadiri Ulang Tahun Komunitas Jombang Kuliner

tahunJombang, (MR)
Genap 2 tahun Komunitas Jombang Kuliner (Jokul)  berdiri. Kini pada Minggu (3/4/2016) siang,  komunitas yang terdiri dari mayoritas wirausaha muda tersebut merayakan hari jadinya di halaman Warung Apung Rahmawati Jombang. Acara tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang Ir. Hj. Tjaturina Wihandoko, MM. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jombang, Hadi Siswaji, kepala Disporabudpar yang diwakili oleh WE. Tjietrawati, pengurus Pokja 3 TP PKK Kabupaten Jombang.

Heri Priyo Wibowo, Ketua Komunitas Jombang Kuliner menyampaikan bahwa dari ribuan kuliner di Jombang yang telah aktif menjadi Komunitas Jokul telah mencapai angka ratusan. Sedangkan member Akun Facebook Jokul telah mencapai 52 ribu. Selain aktif mengisi kegiatan Car Free Night, Car Free Day, juga menggelar bakti sosial yakni memberikan bantuan kepada mereka para pelaku usaha kuliner yang kurang mampu. Diantaranya menyantuni Vivi penderita kanker otak, mbah Solikati penjual botok keliling yang sudah berusia lanjut dengan membukakan lapak/warung dirumah. Sehingga tidak perlu lagi berjualan keliling. Demikian juga kepada Mbah Min, penjual nasi ampok keliling yang berusia lanjut yang menderita penyakit paru-paru.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang, Ir. Tjaturina Wihandoko, MM mengapresiasi positif kegiatan Komunitas Jombang Kuliner. Selain menggerakkan para wirausaha muda juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.  Jokul telah berkontribusi positif menggerakkan roda ekonomi di masyarakat, serta mampu menambah khasanah kuliner lokal kota santri.

“Selamat ulang tahun  kepada seluruh anggota Komunitas Jombang Kuliner yang telah genap berusia 2 tahun semoga bisnis usahanya semakin berkembang dan sukses”, tutur Tjaturina Wihandoko

“Saya berharap komunitas Jokul mampu menjadi komunitas kuliner yang mengangkat potensi pangan lokal. Tetap kreatif, inovatif dan memiliki kebanggaan untuk menampilkan kuliner khas kabupaten Jombang  yang berbasis B2SAH (beragam, bergizi, seimbang, aman dan halal). Aman artinya kuliner yang ada, bebas dari bahan pangan tambahan yang membahayakan bagi kesehatan. Seperti borak, formalin, juga pewarna yang tidak layak untuk makanan. jokul juga harus menjadi teladan untuk menjadi  kuliner yang hiegienis, sehat, bersih,  rapi dan indah. Artinya sangat memperhatikan proses pembuatan/pengelolaan  makanannya. yakni  harus memenuhi syarat kebersihan, kesehatan dan kandungan gizinya”, tambahnya

Pada kesempatan tersebut istri Bupati Jombang Nyono Suharli  ini juga memberikan bantuan/ santunan kepada Vivi, mbah Min dan mbah Solikati. Dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng, kue tart serta menyerahkan berbagai hadiah lomba yang digelar oleh Jokul. >>Sabit_Hums

Related posts