Program PLPBK Diduga Tidak Transparan dan Sarat Dengan Manipulasi Serta Penyimpangan

1 2 3Majalengka, (MR)
REALISASI Pelaksanaan Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) tahun ini sudah memasuki dalam tahap penyelesaian dan akan memasuki limit waktu yang telah ditentukan atau finishing pada akhir bulan maret 2016 ini, program yang menelan dana yang cukup besar Sekitar Delapan Miliyar Rupiah untuk delapan Desa penerima program PLPBK di wilayah Kabupaten Majalengka, pada dasarnya program ini disambut baik oleh masyarakat karena program pemerintah pusat ini akan membantu dan merubah suasana lingkungan yang akan menjadi tertata rapih dan layak, akan tetapi lain halnya dengan pelaksanan sebenarnya dilapangan bahwa hampir semua realisasi pengerjaanya jauh dari harapan yang diinginkan masyarakat. Dari delapan Desa yang menerima program PLPBK (Desa Paningkiran,Desa Banjaran,Desa Rancaputat,Desa Sumberjaya,Desa Panjalin Kidul ,Desa Nanggerang, Desa Parungjaya dan Desa Burujul Kulon)  ada salah satu Desa diantaranya (Desa Paningkiran) yang pelaksanaanya jauh dari harapan dan diduga tidak transparan dan banyak penyimpangan, hal ini bertentangan dengan ketentuan ataupun dengan kenyataan dilapangan yang sebagaimana telah dipublikasikan oleh banyak Media cetak tempo hari lalu yang menyebutkan bahwa program PLPBK realisasi pelaksanaan pengerjaan dan pengelolaan dananya sesuai dengan ketentuan yang ada, tetapi kenyataanya dilapangan masih banyak ditemukan kejanggalan- kejanggalan yang berbau manipulasi dan ketidak transparanan serta diduga sarat dengan bayak  penyimpangan. Atas hal tersebut salah seorang masyarakat yang menerima Rutilahu Dari program PLPBK di Desa Paningkiran Kec.Sumberjaya dan sekaligus mewakili para warga yang juga menerima bantuan serupa dan yang namanya tidak mau di korankan menjelaskan kepada awak Media Rakyat sabtu (26/3/16) bahwa dalam program PLPBK di Desa Paningkiran ada hampir sepuluh titik jenis kegiatan diantaranya: Penghotmikan Jalan, Rabat beton, Posyandu,Jembatan,gorong-gorong,PJU, tower dan sanitasi air, TPT, Rutilahu dan jamban.

Akan tetapi dalam hal bantuan program ini yang langsung diterima masyarakat seperti pembangunan Rutilahu dan Jamban banyak kejanggalan yang dilakukan oleh oknum petugas pelaksana program (KSM,LKM,Kordinator) yakni dana yang diperuntukan Rutilahu besaranya tidak sesuai dengan barang matrial yang diterima warga penerima Rutilahu, dan juga untuk dana jamban yang mestinya dananya terpisah dengan rutilahu tapi malah di satu paketkan, akan tetapi dalam hal dana peruntukan pembangunan Rutilahu dan Jamban masing-masing ada anggaranya yang secara terpisah. Dan juga untuk hal dana anggaran ini tidak ada ketransparanan terhadap masyarakat,bahkan untuk masalah harga matrial dimanipulasi seperti contoh semen Holcim harga per sak nya di nota pembelian pertama dari matrial Leuwikujang tertera Rp.70.000, tetapi yang sebenarnya setelah dicek dari matrial tersebut harga persak hanya Rp. 65.000 dan setelah kejadian tersebut harga semen Holcim per sak Rp. 66,000,- (Nota pembelian kedua dg harga asli dari toko matrial lain  TB. M.Mamun yang diperlihatkan) maka atas semua itu jelas diduga ada permainan atau manipulasi harga, dan bahkan bukan hanya harga semen saja yang dimanipulasi matrial yang lainya juga sama harganya tidak sesuai dengan harga dari toko matrial sebenarnya,begitu jelas warga. Dan juga warga tersebut menambahkan penyampaianya bahwa setiap penerima dana Rutilahu dan jamban yang diperuntukan masyarakat penerima selalu ada potongan oleh pelaksana atau kordinator sebesar kisaran dua sampai tiga ratus ribuan yang alasanya diperuntukan pembuatan baliho papan proyek,dana pencairan atau ongkos untuk pengambilan pencairan dana. Padahal dalam hal ini sudah ada biaya dari mulai perencanaan sampai dengan selesai kalau tidak salah sebesar Rp.150.000.000,- begitu tambah warga. Dalam hal ini awak Media Rakyat berusaha untuk konfirmasi tentang hal tersebut yang berkaitan dengan informasi dari warga hanya saja sudah beberapa kali untuk bertemu dengan pelaksana dalam hal ini ketua KSM,LKM,ataupun pasilitator program PLPBK tapi belum pernah dan susah ditemui.  >>Kris

Related posts