Karawang, (MR)Jalan penghubung alun-alun kerap ditutup untuk kendaraan roda empat, kendatipun sifatnya hanya sementara dan ktivitas warga terganggu, penutupan di lakukan dua kali dalam sehari, pagi dan sore hari.
Hal tersebut terjadi di duga imbas dari sekolahan Harapan Umat (Harum) yang tidak memiliki lahan parkir yang cukup. Sehingga para pengantar anak yang sekolah di Harum harus menunggu di tepian jalan, karna itu jalan menjadi macet.
Baru saja Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana meresmikan gedung Barunya, dalam arti siswa siswinya akan bertambah, dengan penambahan tersebut tidak menutup kemungkinan kendaraan akan bertambah serta kemacetan akan juga bertambah.
Menurut beberapa tokoh masyarakat Pakuncen, “jalan tersebut bukan milik sekolah Harapan Umat. Melainkan jalan umum. Tetapi kenapa sekolahan tersebut terkesan memonopoli seakan-akan warga tidak punya Hak. Apasih kontribusinya ke warga, tidak ada mau sekolah di situ aja warga enggan,” cetusnya.
“Karna biayanya yang tinggi. Salah satu tokoh nyeletuk. Sebelum warga melakukan demo. Lebih baik pemeritah desa dapat menyelesaikan permasalahan penutupan jalan yang dapat merugikan warga,” kata tokoh masarakat kepada MR. >>Cc/w
