Kepala Sekolah dan Guru SMPN 1 Jejawi Arogan Terhadap Wartawan

Kayuagung, (MR)
Diduga oknum Guru SMPN 1 Jejawi arogansi dan kangkangi Undang-Undang Nomor. 14 Tahun 2018 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) “Masyarakat yang merasa memerlukan informasi haruslah dibantu pihak terkait” Kepsek dan oknum guru tersebut diduga telah melakukan tindakan dengan menghalang-halangi kinerja wartawan.
Hal tersebut di ungkapkan salah seorang wartawan berinisial M yang bertugas di Kabupaten OKI, menurutnya saat kami ingin melakukan peliputan untuk pemberita di SMPN 1 Jejawi Rabu (30/01/2019).
“Kepala Sekolah SMPN 1 Jejawi NL tersebut di duga tidak mau menemui wartawan apalagi mau dikonfirmasi, hingga akhirnya salah seorang guru berinisial A menemui wartawan yang pada saat itu sedang menunggu di ruang tunggu yang cukup lama, namun di sayangkan yang menemui tidak sesuai dengan yang di harapkan, bukannya di pertemukan dengan Kepala Sekolah justru wartawan harus berhadapan dengan salah seorang guru yang arogansi seperti seorang ‘preman’, sehingga kami di introgasi oleh oknum guru A yang mana saat menemui wartawan  guru A tersebut dengan merasa dirinya hebat menunjukkan sikap semena-mena dan arogan terhadap wartawan, guru A langsung mendekati Wartawan sambil memukul pundak dengan keras,” ujar Wartawan M.
Lebih lanjut M mengatakan pada saat itu tidak hanya oknum guru berinisial A saja seperti gaya preman, namun di ruang tersebut ada oknum guru yang lain dan berkata kamu itu siapa, tanya nya kepada kami dengan nada tinggi,  lalu oknum guru SMPN 1 Jejawi itu mengatakan kepada kami (wartawan) jangan suka mengurusi pekerjaan orang, terangnya
Tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan akhirnya, wartawan yang hendak meliput tersebut pergi meninggalkan  SMPN 1 Jejawi, ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) H.Masherdata Musa’i  melalui Kepala Pembinaan (Kabid) SMP Dinas Pendidikan OKI, Dedi Rusdianto S.Pd.M.Si ,saat di konfirmasi  diruang kerjanya mengenai tindakan Kepala SMPN 1 Jejawi dan oknum guru terhadap wartawan tersebut, Rabu (30/1/2019) sangat menyayangkan dengan sikap Kepala Sekolah Dan Oknum Guru SMP N 1 Jejawi yang Di duga telah menghalang-halangi kinerja wartawan, membetengi diri dan bersikap arogan.
“Akan kita panggil yang bersangkutan dan juga akan kita berikan  tindakan tegas apabila terbukti maka kita tidak akan segan-segan memberikan sanksi kepegawaian secara administrasi kepada yang bersangkutan,” tegasnya.
Ketua Forum Wartawan Kabupaten OKI (Forwaki) Endri Irawan, SH sekaligus mantan Ketua PWI OKI didampingi Bidang Pembelaan Wartawan Forwaki  Aliaman SH sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh oknum Kepsek dan Guru SMPN 1 Jejawi tersebut.
Wartawan merupakan mitra sebagai mana diatur dalam Undang-Undang nomor 40 tahun1999 tentang PERS, dalam pasal 18 Ayat 1  disebutkan.
“Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi kerja pers, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda sebanyak Rp 500 juta.Ini adalah tindakan kekerasan terhadap wartawan, ini jaman keterbukaan. Kalau tidak ada permasalahan kenapa harus takut, siapapun tamu yang datang harusnya dijamu dengan baik, apalagi wartawan merupakan mitra kerja pemerintah dan dilindungi oleh Undang-Undang”, tandasnya. Hingga berita ini diturunkan, Oknum Kepsek dan Oknum Guru SMPN 1 Jejawi tersebut belum dapat dikonfirmasi. >>Tim

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.