Terkait Kasus Pengrusakan Polsek Sidamanik Sarankan Agar Saling Minta Maaf

Sidamanik, (MR)
Terkait kasus pengrusakan Tanaman Kopi lebih baik diselesaikan dengan muasya-warah antara keluarga pelapor dan terlapor disarankan agar saling membuka hati untuk tidak melanjutkan masalah ini dan lebih baik berdamai.
Persoalan pengrusakan ini lebih baiklah berdamai dan melakukan pendekatan antara mereka yang bersoal tentang pengrusakan, dan masalah ini dinilai adalah masalah sepele, jadi kita sarankan keduabelah pihak ini dapat berdamai.
Demikian Kepala Polisi Sektor Sidamanik Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun  AKP Abidin Laura belum lama ini kepada keluarga terlapor melalui telephon selluler Whatshap mengatakan.
“Saya sarankan mereka jumpai pelapor untuk selesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan, karena hanya masalah sepele,” kata Abidin Laura.
Ketika ditanya tersangka Siti Farida mengatakan, “tidak terima dengan terlalu cepat pelapor mengadukan saya ke Polsek Sidamanik, kalau memang ada rasa kekeluargaan pihak pelapor tidak terlalu maju mengadukan saya ke polisi,” ujar Farida.
Lebih lanjut Siti Farida menambahkan, “saya dijadikan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian dengan pasal 406 Yo 55,56 dari KUHP, karena saya dianggab melakukan pengrusakan tanaman kopi pelapor yang terjadi pada hari Senin 8 Oktober 2018 di Dusun III Sarimatondang,” ungkapnya.
Hal yang sama Kanit Reskrim Polsek Sidamanik melalui penyidik pembantu Bripka Sahat Sinaga mengatakan kepada kakak kandung tersangka di Polsek Sidamanik menyarankan agar permasalahan ini diharapkan dapat berdamai saja agar masalah ini dapat diselesaikan dengan kekeluargaan.
Lebih lanjut Siti Farida mengatakan, “saya berterimakasih kepada bapak polisi yang sudah bertugas dengan baik selama pemeriksaan ini, saya senang tidak ada tekanan tekanan apapun terhadap saya, terlebih saya merasa bangga kepada polsek Sidamanik yang selalu menyarankan untuk berdamai,” kata Siti Farida.
Menurut tersangka Siti Farida, mengatakan pihak Polsek Sidamanik  sudah memfasilitasi keduabelah pihak yaitu antara pelapor maupun terlapor mengundang para tokoh masyar-akat dan Lurah Sarimatondang untuk berdamai di Polsek Sidamanik namun pihak pelapor minta untuk lanjut ke Pengadilan.
Siti Farida menambahkan, “sebenarnya saya bukan tidak mau memaafkan masalah ini, dan dasar apa saya meminta maaf kepada mereka karena lokasi yang diduga pengrusakan tersebut adalah tanah kami yang diwariskan oleh Kakek kami Tuan Sidamanik, dan keluarga pelapor tidak tepat mengadukan saya dan pihak keluarga pelapor pun mengapa tanam Kopi di tanah warisan kami tanpa seizin ahli waris,” ungkap Siti Farida
Siti Farida juga mengaku bahwa permasalahan ini sudah memberitahukan permasalahan ini kepada kakak saya sebagai pengacara Sinar Bintang SH di Jakarta dan sudah mendatangi pihak Kepolisian Sektor Sidamanik mengatakan, agar terlapor tetap tenang mentaati aturan ketika pihak kepolisian melakukan pemeriksaan, dan sepanjang polisi masih melakukan tugas dengan baik tidak usah khawatir ujar pengacara kepada terlapor.
Ditempat terpisah ketika dihubungi wartawan Media Rakyat Kepala Kejaksaan Negeri Simalungun melalui Kepala Seksi Pidana Umum Allan Baskara SH mengatakan belum menerima berkas tentang masalah pengrusakan kita tunggu saja.
“Insyaallah jika berkasnya sudah dilimpahkan kita akan pelajari dengan profesional, untuk menangani setiap kasus kita tidak akan main main, kalau memang kasus itu layak ya kita tingkatkan dan kalau tidak layak kita kembalikan dan harus kita pelajari dulu,” ungkap Allan. >>Damanik

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.