mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Kedatangan Jenazah Kapten (Pnb) Jan Hotlan Saragih Disambut Dengan Isak Tangis

Published on Dec 23 2016 // Berita Utama

Medan, (MR)
Pada Minggu pagi 18 Desember 2016 kita diketahui, pesawat C-130 terbang membawa sembako dan bahan bangunan seberat 12 ton dari Timika menuju Wamena, beberapa saat kemudian hilang kontak dan diketahui terjatuh di kawasan Gunung Lisuwa, Distrik Minimo, Kabupaten Jayawijaya. Terdapat 12 personel TNI AU dan seorang petugas radar di dalam pesawat ikut juga meninggal dunia.

Salah satu korban jatuhnya pesawat Hercules C-130 nomor A-1334 milik TNI AU di Gunung Lisuwa, Distrik Minimo, Kabupaten Jayawijaya, yang menewaskan 13 orang, Minggu (18/12), salah satunya Kapten (Pnb) Jan Hotlan Parlin Saragih yang berasal dari Sumatera Utara.

Jenazah co-pilot Hercules C-130 Kapten (Pnb) Jan Hotlan Parlin Saragih diberangkatkan dengan pesawat Boeing 737-400 dengan nomor AI-7301 milik TNI AU dan tiba di Lanud Soewondo, Medan, Senin (19/12) pada pukul 10.05 WIB. Istri almarhum, Bripka Hotriani Kristina br Purba, turut serta dalam rombongan keluarga mendampingi jenazah suaminya sembari menggunakan kursi roda.

Kedatangan jenazah langsung disambut isak tangis tak terbendung saat jenazah tiba, bahkan istri korban, Bripka Hotriani Kristina br Purba tak henti-hentinya menangis ketika turun dari Boing TNI AU/AI-7301 yang diterbangkan oleh Letkol (Pnb) Beny, Hotriani pun sempat pingsan ketika tiba di Hangar Lanud Soewondo, Medan.

Komandan Lanud Soewondo Kolonel (Pnb) Arifin Syahrir menyambut kedatangan jenazah di Hangar Lanud Soewondo, Medan, selanjutnya dilepas secara militer. Satu jam kemudian, peti jenazah dimasukkan ke mobil ambulans, lalu mobil bertolak ke Simalungun. “Rencananya jenazah Jan Hotlan Parlin Saragih bakal dibawa dan dimakamkan ke kampung halamannya di Kabupaten Simalungun. Namun apakah pakai acara adat atau secara militer, apapun itu kami siap,” pungkas Kolonel Arifien.

Salah satu kerabat almarhum, Hesti Sipayung mengatakan, jenazah dibawa ke Dusun Pagar Jandi, Desa Mariah Buttu, Kecamatan Silau Kahaean, Kabupaten Simalungun. Upacara pemakaman dilakukan sesuai adat istiadat.
“Namun lokasi dan waktu pemakaman belum ditentukan. Itu masih harus didiskusikan,” kata Hesti.
Jan Hotlan Parlin Saragih meninggalkan seorang istri dan dua anak laki-laki. Istrinya merupakan anggota kepolisian yang bertugas di Malang. >>Maria

Leave a comment