BPPK OKI Angkut Sampah Pedamaran

Kayuagung, (MR)
Menanggapi banyaknya keluhan sampah di pinggir jalan Kota Tikar (pedamaran, red) Badan pengelolaan pasar dan kebersihan (BPPK) kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menerjunkan sebanyak 20 orang personil dan 5 unit dump truk ,2 mobil pick up pengangkut sampah serta dibantu 1 unit eksavator dari dinas PU Bina marga OKI untuk menanggulangi permasalahan dan membabat habis sampah yang kian menumpuk di pinggiran jalan desa menang raya kecamatan pedamaran kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) provinsi sumatera selatan.

Dikawasan ini setidaknya ada dua titik lokasi tempat pembuangan sampah yang dipergunakan masyarakat kecamatan pedamaran untuk membuang segala jenis sampah miliknya dan ini sudah terjadi sejak lama bahkan diketahui sudah puluhan tahun.

Kondisi ini bukan tak beralasan lantaran masyarakat setempat bingung harus membuang sampah kemana akibat tidak adanya tempat pembuangan akhir (TPA) di kawasan kecamatan pedamaran sehingga akhirnya dua titik lokasi ini yang menjadi sasaran mereka.

Mendapati permasalahan sampah yang bertumpuk di dua lokasi tersebut dan dari tahun ke tahun terus terjadi sebenarnya berbagai cara telah dilakukan oleh pemerintah kecamatan dan desa setempat seperti melakukan sosialisasi kepada masyarakat maupun memasang papan plang bertuliskan larangan membuang sampah namun ternyata upaya itu tidak membuahkan hasil maksimal karena tumpukan sampah diketahui tidak hanya berasal dari masyarakat tetapi juga berasal dari sejumlah pedagang pasar dikawasan kecamatan pedamaran.

Surnadi (46) perangkat desa menang raya dalam kesempatan tersebut, belum lama ini mengatakan,kondisi bertumpuknya sampah pada dua titik lokasi di pinggiran jalan desa menang raya ini telah lama terjadi bahkan sejak bertahun-tahun silam.

“Untuk titik lokasi tempat warga membuang sampah yang dekat lebak itu baru jika dibandingkan dengan lokasi satunya yang telah puluhan tahun menjadi lokasi pembuangan sampah.”jelasnya.

Menurutnya,kalau dikatakan bertumpuknya sampah tersebut lantaran kurangnya kesadaran dari masyarakat,kami rasa tidak seperti itu karena perlu diketahui bahwa selaku pemerintah desa telah dan terus berupaya bahkan berulangkali mensosialisasikan serta memasang plang larangan membuang sampah namun tetap saja terjadi,hal ini dikarenakan memang dikecamatan pedamaran tidak ada tempat pembuangan akhir (TPA).
“Mungkin karena warga bingung dan tidak ada pilihan akhirnya mereka membuang sampah di dua titik lokasi itu.”tandasnya.

Terpisah,Kades pedamaran VI Gusman Asli juga menambahkan, memang kalau dilihat dari lokasi tempat sampah bukan wilayah desanya tetapi masuk kawasan desa menang raya namun karena kita bersebelahan jadi harus ikut ambil bagian dalam menanggulangi permasalahan sampah yang terus menumpuk di kedua lokasi ini.

Dan,kata dia,kita selaku pemerintah desa dalam menanggulangi permasalahan sampah ini bukan tanpa usaha dan sudah berungkali mensosialisasikan dan memasang plang larangan bahkan plang larangan membuang sampah yang kita buat bertuliskan kata – kata yang pedas dan kasar namun tetap saja terjadi.

“Kedepan kita punya gagasan bagaimana menanggulangi permasalahan ini yakni melalui penyediaan alat pengangkut sampah bagi warga tetapi yang masih dibingungkan apakah bisa menggunakan dana desa (DD) dan ini mesti dikonsultasikan dulu,” ungkapnya.

Sedangkan, masih kata dia,Kalau penyediaan alat pengangkut sampah dengan memanfaatkan anggaran dana desa (ADD) tidak dapat mencukupi karena dana tersebut kecil sebab juga dipergunakan untuk membayar honor perangkat desa dan keperluan lainnya.

Sementara itu, Kepala BPPK OKI S.Sudiyanto Djakfar, S.Sos.M.Si dalam kesempatan tersebut menegaskan, diharapkan kepada masyarakat di wilayah kecamatan pedamaran setelah dilakukan hal ini agar dapat menjaga kebersihan dan tidak lagi membuang sampah pada kedua titik lokasi.

“percuma kalau setelah dibersihkan ternyata masyara-kat masih saja membuang sampah, kan sia-sia saja apa yang dilakukan hari ini.”tegasnya.

Selain itu ia menambahkan, kedepan alangkah baiknya guna menanggulangi permasalahan sampah yang terus membelenggu kecamatan pedamaran disarankan untuk membuang sampah ke TPA teluk gelam karena TPA tersebut telah rampung dibangun pada tahun 2016 ini. Kedepan pemerintah desa diharapkan harus mampu memberdayakan masy-arakatnya serta harus mampu mandiri menyediakan alat pengangkut sampah maupun sarana penampungan sampah seperti dengan menyediakan kotak-kotak sampah di halaman rumah warga mereka melalui pemanfaatan ADD dan DD atau hasil swadaya masyarakat. >>Ipan

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.