Rapat LPKJ, Ketua Dewan Kota Kediri Diduga Main Fisik Pada Anggotanya

Kediri, (MR)
Ketua DPRD Kota Kediri diduga main fisik pada salah satu anggotanya dari partai PDIP yaitu Haryanto dari komisi B dengan cara menendang, kejadian tak pantas itu saat dilaksanakan pelaksanakan pembahasan LKPJ 2014, Selasa malam (07/04) di gudang DPRD Kota Kediri.

Diduga ketua dewan ingin melindungi Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar terkait dengan LKPJ Walikota 2014 yang dibahas. Kapolresta Kediri AKBP Bambang Widjanarko membenarkan terkait dengan kisruh saat adanya pembahasan LKPJ di gedung Dewan pada Selasa malam. “Benar memang ada kisruh pada saat sidang paripurna di gedung dewan, namun masalah tersebut tidak dilaporkan ke Kepolisian dan diselesaikan internal dewan,” kata Kapolresta saat dihubungi melalui telefon selulernya, Kamis (09/04).

Dalam keterangannya Kapolresta tidak berani berkomentar apa yang menjadi penyebab marahnya ketua dewan dalam sidang palipurna pembahasan LKPJ 2014 tersebut. “Wah, kalau penyebabnya saya tidak berani berkomentar, yang jelas saat pembahasan LKPJ terjadi selisih antara Kolifi dengan Haryanto,” ungkapnya.

Masih kata Kapolres pihak kami hanya mencoba mendamaikan saja pada kedua belah pihak, dan akhirnya permasalahan diselesaikan secara internal dewan. “Mereka sudah berjabat tangan dan tidak membawa permasalahan tersebut ke ranah hukum,” pungkas Kapolres Bambang.

Sementara itu dari sumber dilingkungan DPRD Kota Kediri, kemarin Koliffi Yunon dipicu terkait dengan adanya pertanyaan dann jawaban yang terlontar dari Haryanto mengenai beberapa hal yang menyangkut pemberian rekomendasi dari Komisi B pada LKPJ Walikota tahun 2014. Namun hal itu menjadikan kemarahan pada Koliffi Yunon yang juga menjadi ketua DPC PAN Kota Kedri tersebut, tanpa banyak kata darinya Yunon langsung berdiri dan menuju pada meja Harianto dan menendangnya sebanyak dua kali. Ungkap narasumber yang mewanti wanti namanya tidak disebutkan.

Namun saat dikonfirmasikan pada Ketua Dewan Koliffi terkait dengan tindakanya tersebut, enggan menemui walaupun nampak ada diruangannya Rabu (08/04). Dan hal itu disampaikan oleh asistennya yang diketahui bernama Mirza dengan mengatakan “ Bapak engan menemui saat ini, kapan kapan saja,” Kata asisten.

Sementara itu Sujono salah satu anggota Dewan dari partai Golkar yang mengaku mengikuti pembahasan LKPJ 2014 pada Selasa malam enggan berkomentar terkait dengan insiden yang terjadi dalam rapat, dirinya hanya mengatakan, belum jelas semuanya. “Semuanya belum jelas termasuk dengan LKPJ nya,” katanya saat ditemui di depan ruang Fraksi DPRD Kota Kediri Rabu (08/04).

Terpisah, untuk diketahui pada penyerapan Angaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Kediri untuk  pembangunan fisik, pada tahun 2014 dalam kepemimpinan Walikota Abdullah Abu Bakar yang maju pada Pilwali 2013 dengan diusung dari Partai Amanat Nasional (PAN) dapat dinyatakan lemah. Karna, Sisa Lebih Lebih Pengunaan Anggaran (Silpa) membengkak hingga Rp 435 milyar.

Pembengkakan Silpa pada APBD 2014 tersebut diketahui dari Laporan Keterngan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Walikota Kediri. Kalangan DPRD setempat menengarai, lemahnya penyerapan anggaran tersebut karena faktor perencanaan kurang fokus hingga waktu pelaksanaan tidak maksimal.

Menurut keterangan Yudi Ayubkhan, selaku anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Kediri sisa lebih pembiayaan anggaran diketahuinya dalam laporan pertanggung jawaban Walikota tahun 2014. Besar Silpa 435 milyar dari total alokasi anggaran APBD seberan Rp 1,350 trilyun.

“Faktor lain yang menyeba bkan tingginya Silpa pada tahun 2014 juga terkait dengan gaji yang perhitungannya berlebihan yang berhubungan belanja langsung,” kata Yudi Ayubkhan, pada Kamis (02/04) lalu. >>Suryanto

Related posts