mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Puting Beliung Menerjang Anambas Luluh Lantak

Published on Nov 21 2011 // Berita Utama

Anambas,(MR)

Ratusan rumah di Tujuh desa Kecamatan Palmatak dan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, rusak akibat sapu angin puting beliung. Musibah yang terjadi pada dini hari, saat ribuan warga masih terlelap. Mereka pun panik dan berhamburan keluar rumah karena takut tertimpa reruntuhan rumah. Kejadian tersebut terjadi di Kecamatan Palmatak,Minggu (6/11) sekitar pukul 04.30, dan di Kecamatan Jemaja, Senin (7/11) sekitar pukul 00.00.

Di Kecamatan Jemaja tepatnya kelurahan Letung terdapat 26 rumah yang rusak. 4 rumah rusak berat diakibatkan Puting beliung, 1 rusak berat diakibatkan air pasang, dan 21 rumah rusak sedang dan ringan akibat putting beliung.

Lalu di Kecamatan palmatak, tepatnya di desa Mubur ada 40 rumah rusak, Teluk Durian 4 rumah rusak, desa Candi 2 buah rumah rusak, desa Langir 14 rumah rusak, desa Ladan 1 rumah rusak, desa Tebang 10 buah rumah rusak dan desa Piabung 9 buah rumah rusak. Untuk kecamatan Palmatak, semua rumah hanya masuk kategori rusak sedang dan rusak ringan. “” jadi Total rumah yang rusak akibat bencana ini adalah 106 Rumah.  Demikian jelas Baharuddin, Kepala Bakesbang Pol KKA.

Untungnya tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka dalam kejadian ini. seorang balita yang hampir menjadi korban. “Kejadian terjadi saat warga sedang istirahat,  Mereka terbangun karena kaget. Seorang ibu segera mengambil anaknya. Sesaat setelah anak tersebut diambil, tiba-tiba jatuh seng tepat ditempat anak tadi diambil. Untung si ibu sigap mengambil anaknya,” kisah Baharuddin saat ditemui wartawan dikantornya.

Menurut Baharuddin hal ini sudah dilaporkan kepada Bupati dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah di Provinsi dan sudah ditanggapi dengan baik. “Mereka tinggal menunggu data dari kita saja,” ucapnya.

Mengenai bantuan yang akan diberikan, Baharuddin menjawab bantuan yang akan diberikan tidak dalam bentuk fisik, tapi dalam bentuk uang. Menurutnya, Yang sudah biasa dilakukan dalam memberikan bantuan adalah penggantian sebagian kerugian, bukan secara keseluruhan. “ Kita biasanya tidak membantu seluruh kerugian. Kalau semua kita ganti namanya bukan lagi bantuan. Jadi kita ganti sebagian saja. Misalnya total kerugian per rumah itu Rp 100 juta, kita akan bantu sebagian nya saja,. Soal berapa banyaknya kita akan menunggu keputusan. Akan tetapi kita akan lengkapi dahulu data-data kerugiannya.” Terangnya.

Baharuddin mengapresiasi positif kesadaran para warga dan kebijakan kepala desa tempat terjadinya puting beliung. “Salut buat penduduk setempat, waktu saya pergi meninjau ternyata mereka sudah mengadakan gotong royong untuk membantu para korban. Kebijakan kepala desa luar biasa. Ada seng yang nganggur, dipinjamkan dulu untuk memperbaiki kerusakan” demikian kata Baharuddin.

Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) KKA mengatakan tidak ada pemberitahuan resmi tentang kejadia tersebut dari Pemda. “Kami sendiri dari BMKG belum mendapat laporan tentang terjadinya puting beliung dari pihak Pemda, kami hanya mendengar kabar ini dari masyarakat sekitar, kalau dari pemda memang sama sekali tidak ada laporan apapun ke kami.” Demikian kata Andi Mardi Hidayat, salah satu personel BMKG.

Andi berkata pada saat kejadian di Palmatak, mereka tidak sedang jam dinas, sehingga tidak ada yang mengawasi pos pemantauan. Andi menjelaskan jam dinas personel BMKG hanya 18 jam perhari. Hal ini terjadi karena kurang nya personel BMKG yang ada di KKA. “Pemantauan per hari hanya dilakukan 18 jam. Bukannya kita tidak mau memantau 24 jam, tetapi personel kami kurang” kata andi. Selain itu untuk di tempat kejadian sendiri pihak BMKG mengaku tidak bisa memonitor langsung, karena posisinya cukup jauh stasiun pemantau BMKG Tarempa.

Dia menjelaskan, pada saat kejadian di Palmatak, angin memang berhembus sangat kencang. “Waktu kejadian di Palmatak, saya belum tidur karena saya habis dinas malam waktu itu, dan menurut pemantauan saya di Tarempa saja kecepatan angin pada jam 03.00 wib itu sudah mencapai 15-20 knot dan juga disertai dengan thunder storm. saya perkirakan di palmatak kecepatan angin mencapai 25-30 knot. Sementara Kalau kekuatan angin itu diklasifikasikan, angin teduh itu 0-5 knot, ada hembusan 5-8 knot, diatas 10 itu sudah masuk kategori angin berhembus dengan kuat, apalagi kalau mencapai 25 knot” Jelas andi.

Sementara itu,Wabup Anambas, Abdul Haris,SH. sudah meninjau lokasi di kelurahan Letung kec.Jemaja. Kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah. “Pak Wabup sudah meninjau lokasi Putting Beliung di kelurahan Letung kec. Jemaja”, ungkap Baharuddin. Menambah pengetahuan dan wawasan tentang penanganan, pencegahan dan penanggulangan bencana di KKA. >>Sarma/Edo

Leave a comment