mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

PT Pilona Diduga Rampas Tanah Warga

Published on Sep 24 2012 // Investigasi-Report

Mara Enim, (MR)
TANAH yang terletak di Tebing tai sapi, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, provinsi Sumatera Selatan, atas nama Tomi (72) diduga dirampas oleh PT PILONA, yang mana tanah tersebut sekarang dijadikan oleh PT PILONA Lokasi BOSTER PILONA, yang mana sesuai dengan surat pembelian tanah pada tahun 1975 yang ditanda tangani oleh Pengawe atas nama Matcik dan di stempal/Cap basa, sementara yang menjual tanah tersebut atas nama Mohamad Yusup, yang disaksikan oleh Mahar, sesuai dengan surat keterangan jual beli tertanggal 29 Nopember 1975, namun tanah ini sekarang dikuasai oleh PT PILONA.
“ Disisi lain untuk memperjelas status tanah ini disamping surat keterangan jual beli, ada surat keterangan peryataan dari kerio Matcik, surat pernyataan ini dibuat pada tanggal 1 Oktober 2004 ditanda tangani dan bermatrai 6000, sesuai dengan surat jual beli ini menerangkan bahwa tanah yang sekarang dijadikan BOSTER PT PILONA itu adalah tanah Pak TOMI”.
Menurut TOMI pada saat dijumpai oleh MR dikediamannya (4/9) beberapa waktu lalu dia mengatakan dengan tegas dan nada yang agak tinggi “tanah ini saya beli pada tahun 1975 bulan Nopember, tanggal 29, saya beli dari Mohamad Yusuf bin H Malik, tinggal dikampung 3 dusun Muara Enim, surat jual beli ini ditanda tangani oleh pengawe pada waktu itu, pengawenyo Matcik, sekarang Matcik nyo masih hidup, ujarnya.
Tomi juga menambahkan “sekali lagi saya katakan sesuai dengan surat tanah itu sudah jelas namanya itu-kan nama saya  (Tomi-Red) dan surat jual pernyataan jual beli inilah aku rasa sebagai bukti kepemilikan itu, ini diatas segel pak, ada juga surat pernyataan bermatrai juga, pada hal dari surat itu saja ini sangat-sangat jelas bahwa tanah ini kepunyaan saya (milik Tomi-Red), jadi saya memintah kepada PT PILONA untuk dapat mengembalikan hak saya, (Tomi-Red) namun kalau permasalahan ini tidak dapat diselesaikan dalam waktu dekat ini, dengan terpaksa tanah ini akan saya kliem untuk sementara, sebelum ada titik terang atau kejelasan terhadap tanah ini, saya sangat berharap kepada aparat penegak hukum dapat melakukan penyelidikan, penyidikan, dan diproses sesuai dengan aturan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di NKRI ini”, tegasnya.
Menurut Murina(36) isteri pak Tomi dia mengatakan dengan tegas Pada saat dijumpai dikediamannya selasa (4/9) yang lalu “kami pada waktu itu menghadap pak Misdar, waktu itu kami temui dikantornya, waktu itu saya dengan Ibu Widria, Pak Misdar mengatakan dengan kami pada saat itu  masalah tanah PT PILONA Itu buk, apo 1(satu) tahun PT PILONA ini dipindahkan, jadi percuma bae PT PILONA ini bayarnyo. Masalah tanah itu Benar Tanah ibuk (Murina-Red), ujar Misdar pada saat itu dengan kami, melihat logat bicaranya pak Misdar berarti PT PILONA ini tidak mau bayar, jelas Murina pada MR.
Pada saat dikomfirmasi pihak PT PILONA, melalui Manajer Humas Bapak Misdar pada saat ditemui diruang kerjanya, selasa(6/9) dia mengatakan “sesuai dengan hasil keputusan manajemen PT PILONA mengenai permasalahan tanah tersebut, kami beli dan itu sesuai prosedur manajemen perusahaan pak, jadi kesimpulannya silakan tuntut sesuai dengan hukum, kami ini ada dokumennya, perlu diketahui “kami juga ada berani menguasai tanah itu, pada dasarnya kami dari perusahaan kan beli juga, surat-suratnya kami lengkap pak, nanti kita lihat bagaimana hasil dari keputusannya, kami juga dari perusahaan siap juga menerimah hasil keputusan tersebut, jika memang hasil keputusannya benar itu menyatakan tanah pak Tomi, kami juga siap pak, silakan ambil tanah tersebut, jelasnya. >> Pintas

Leave a comment