mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

PNS Anambas Diserang Penyakit “Kudis, Kurap dan Susah Diatur”

Published on Sep 24 2012 // Berita Utama

Anambas, (MR)
ASISTEN III Pemkab Anambas, Augus Raja Unggul memimpin apel pagi gabungan di lapangan Pemkab. Augus menilai, hingga saat ini Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Anambas dinilai masih Kurang Disiplin (Kudis) dan Kurang Rapi (Kurap) dan susah diatur. Hal ini terlihat dari setiap akan dilaksanakannya apel pagi maupun apel gabungan, petugas apel selalu kesulitan untuk mengatur barisan. Senin (17/9)
“Massa, untuk merapikan barisan harus Asisten II yang turun tangan, dari sini kan keli-hatan kalau penyakit yang sangat mengganggu itu menjangkit pegawai kita,”kata Augus sesaat seusai memimpin apel Gabungan memperingati hari kesadaran pegawai bertempat di Halaman kantor Bupati Anambas kemaren.
Menurut Augus, sebagai aparatur, seharusnya bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Karena jika tidak, maka, masyarakat tidak akan percaya bahwasanya PSN akan memberikan pelayanan terbaik. “Kalau kita tidak rapi bagaimana masyarakat yakin sama kita,” katanya.
Augus, juga mengatakan pada saat apel berlangsung dirinya juga melihat ada sejumlah oknum pegawai tidak memasang atributnya dengan lengkap. Ia masih melihat PNS yang tidak memakai peci, pakaian tidak seragam, tidak memasang wing atau pin bagi pegawai yang sudah PNS, sepatu yang warna-warni serta tidak mengikuti apel. “Kita selalu menghimbau kepada PNS agar selalu meningkatkan kedisiplinan sesuai aturan-aturan yang telah ditetapkan,” katanya.
Selain itu, Augus, juga menyinggung masalah tingkat kinerja PNS dalam keseharian di kantor. Menurutnya ada empat item atau tingkatan PNS dalam mejalankan tugas. Diantaranya, PNS Wajib, PNS Sunat, PNS Makruh dan PNS Haram.
PNS wajib yang dimaksud adalah PNS yang mempunyai kemampuan, kemauan dan mental yang baik dalam melaksanakan tugasnya. Keberadaan PNS tersebut kata Augus, sangat dibutuhkan di Anambas. PNS Sunat, yakni PNS yang kontribusi maupun perannya tidak vital di kantor. Dalam artikata, jika hadir dibutuhkan, jika tidak hadir tidak apa-apa. “Kedua jenis PNS ini tergolong bagus,” katanya.
Sedangkan untuk PNS Makruh menurutnya adalah PNS yang kehadirannya maupun ketidak hadirannya tidak berpengaruh. “Jika diberi tugas malas-malasan bahkan mengelak. Dan yang terakhir PNS Haram. Prilaku yang satu ini sangat tidak baik. Sebab, sudahlah tidak bisa dan tidak mau kerja, selalu buat masalah, bahkan menjadi profokator dikalangan PNS.
“Mudah-mudahan PNS kategori haram ini tidak ada menjangkit dikalangan pegawai kita. Sebab jika ada yang tertular, sangat berpegaruh bagi pegawai lainnya. Saya harap seluruh pegawai yang ada di Anambas, dapat memperbaiki kinerjanya yang dimulai dari meningkatkan loyalitas kerja, disiplin dan kerapian yang akan membawa Anambas lebih maju kedepannya. >> cr16

Leave a comment