mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Proyek “Terselubung” Kemenpera Dipertanyakan

Published on Oct 20 2016 // Berita Utama

plang-proyek-tidak-ada-keberadaan-anggaran-dan-jumlah-yang-mau-dibangun lokasi-pembangunan-rumah-nelayanNatuna, (MR)
Menindak Lanjuti pemberitaan Media Rakyat edisi 396,judul Ada Proyek Terselubung Kementerian Perumahan Rakyat di Natuna, membuat tabir ini semakin jelas. Berbagai komentarpun dilontarkan masyarakat. Sebab, hingga saat ini, tidak tau pasti berapa jumlah nelayan yang akan menerima bantuan perumahan itu. Menurut beberapa sumber MR, sebagaimana yang sudah pernah diberitakan, jumlah Bangunan perumahan sekitar 50 unit tipe 36, berlokasi di desa Klarik kecamatan Bunguran Utara.

Seiring berjalan waktu, dari hasil informasi didapat wartawan koran ini, lokasi Pembangunan dipindahkan, karena lahan peruntukan pembangunan urung diberikan, sebab ada perjanjian yang belum ditepati. Akibatnya pembangunan Perumahan nelayan sempat tertunda, pada hal SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja) sudah keluar. Untuk mengantisipasi masalah ini, maka dicari lahan baru, berlokasi di daerah Sebinteh, Kecamatan Bunguran batubi , Sp 3.

Sayangnya pemabngunan Perumahan Nelayan, seperti tertutup pada umum. Pasalnya, dalam pamplet proyek, tidak diketahui kapan mulai kerja, dan berapa mata anggaran serta berapa unit yang mau dibangun. Kecurigaan pun mulai muncul piak rekanan seakan ada menyembunyikan sesuatu. Pada hal dalam UU keterbukaan informasi sudah jelas, segala sesuatu harus terbuka dan wajib diketahui halayak .

Dari hasil investigasi terbaru diterima wartawan koran ini, jumlah per unit, akan dibangun 39 unit. Alasannya pihak rekanan memakai anggaran untuk melakukan penimbunan lokasi pembangunan.Namun alasan pihak rekanan ini belum bisa diterima. Jika dihitung harga per unit pembangunan rumah nelayan sekitar 190 juta lebih, bisa jadi untuk penimbunan lokasi menghabiskan dana 2 millyar lebih.Hal itu jika dikalkulasi dari jumlah anggaran 9 millyar untuk membangun 50 unit rumah. Pada hal saat wartawan koran ini melakukan investigasi dilapangan, tanah tersebut bisa dikatakan rata tidak curam. Meski demikian perlu keterangan khusus dari pihak rekanan agar pemberitaan tidak sepihak.Sayangnya sampai berita ini diturunkan pihak rekanan belum dapat dihubungi.

Sebelumnya (Abrup) bukan nama sebenarnya, mengaku merasa curiga terkait adanya pembangunan Rumah Nelayan di desanya, Keraguan itu bukan berarti tidak beralasan, sebab pembangunan rumah Nelayan oleh Kementerian Perumahan Rakyat ini, terlihat tertutup. Tidak seperti proyek lainnya. Karena tidak mencantumkan nilai kontrak serta berapa jumlah rumah yang bakal dibangun, sepertinya pihak rekanan menyembunyikan sesuatu.
Pada hal UU keterbukaan informasi sudah jelas, ucap tokoh masyarakat Batubi itu heran. Ia juga mempertanyakan berapa jumlah pasti pembangunan rumah Nelayan itu. “Tidak jelas berapa unit yang bakal dibangun,”ucapnya. Kabarnya bakal ada pemotongan beberapa unit rumah, diperuntukkan untuk penimbunan lahan yang dil lakukan pihak pengembang. Perlu diketahui, penimbunan dilakukan oleh pihak pengembang, harus sesuai dengan nilai rumah yang akan dipotong. Tolonglah dicek, sarannya.

Salah satu buruh bangunan, saat ditemui wartawan koran ini bersama rekannya dilokasi proyek mengaku jika .Bangunan tipe 36, dengan 2 kamar tidur, ucapnya.Tapi mereka tidak mengetahui pasti berapa unit yang mau dibangun.

Di dinding pagar terpasang plang proyek bertuliskan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat Direktorat Jenderal Penyedia Perumahan, Satuan Kerja Penyedia rumah khusus Strategis.Dengan Pekerjaan Pembangunan Perumahan reguler., Lokasi Kabupaten Natuna Kepri no konterak KU.08.08PK-PPK reguler? Satker?PRKS?RKR 16-01/02 tgl kerja 02-03 2016 Dana APBN, Kontraktor pelaksana PT Citra Andika Konsultan Pengawas PT Pardipka Raya Sejahtra. Anehnya nilai kontrak tidak tercantum dalam proyek ini.

Dari hasil itu sudah dapat dipastikan pekerjaan pembangunan Proyek Perumahan untuk Nelayan, sudah telat. Sementara jumlah bangunan sesuai dengan nilai kontrak belum terealisasi.
Bahkan masih banyak pekerjaan belum terealisasi termasuk atap dan pintu. >>Roy

Leave a comment