Surabaya, (MR)
Pemprov Jatim dalam waktu dekat bakal mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) industri perkapalan di Kabupaten Lamongan. Saat ini, pemprov sudah menyiapkan lahan seluas 200 hektare di kawasan pantai utara Jawa di wilayah Kecamatan Brondong, yang berjarak sekitar 70 kilometer dari Kota Surabaya.
Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan di antaranya, di lokasi tersebut kini tersedia lahan untuk KEK industri perkapalan seluas 4.000 hektare. Lalu, memiliki pantai yang paling panjang dibanding dengan lokasi kawasan industri lainnya, yang berada disepanjang pantai utara Kabupaten Lamongan. Dan lokasinya sangat strategis karena berbatasan dengan pelabuhan rakyat Sedayulawas di sebelah timur dan cukup jauh terpisah dari pemukiman penduduk.
Kepala Bappeprov Jatim Zainal Abidin, Selasa (15/11) menuturkan, nilai investasi yang ditanamkan dalam industri ini mencapai Rp 9 triliun. Tujuan pembangunan galangan kapal tersebut karena pemprov ingin memberdayakan industri pelayaran nasional agar menjadi tuan rumah di negeri sendiri. “Dasar hukum pembuatan industri kapal itu sudah sesuai dengan Inpres No 5 tahun 2005. Inpres ini menganut asas cabotage tentang angkutan laut domestik harus diangkut oleh kapal berbendera Indonesia dan dioperasikan oleh perusahaan Indonesia. Asas ini sudah umum berlaku di negara-negara lain,” katanya.
Menurut dia, KEK industri perkapalan ini akan difokuskan pada industri perkapalan dan sarana lepas pantai mulai dari penyediaan bahan baku, teknologi produksi, reparasi/pemeliharaan, pemasaran baik untuk pasar dalam negeri maupun ekspor, dengan ketentuan khusus di berbagai bidang kepabeanan, perpajakan, perizinan, keimigrasian dan ketenagakerjaan.
Saat ini, menurut dia, di Jatim sudah ada 27 perusahaan perkapalan. Dua industri perkapalan terbesar di Indonesia ada di Surabaya yakni PT PAL Indonesia serta PT Dok dan Perkapalan Surabaya. “Tentunya kalau ditambah galangan industri kapal di Lamongan bisa menambah kontribusinya, baik untuk Jatim maupun nasional,” ujarnya.
Tak hanya itu, di Jatim juga terdapat beberapa industri yang terkait dengan industri perkapalan yaitu jumlah industri pengguna kapal di Jatim berjumlah 21 perusahaan, yang sebagian besar adalah perusahaan pelayaran. “Di Jatim juga ada 39 perusahaan yang bergerak dalam industri perkapalan rakyat,” pungkasnya. >> Gc/Hs)
