mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Lokasi Kuburan Dijadikan Areal Perkebunan Kelapa Sawit

Published on Oct 20 2015 // Berita Utama

kuburanKotabaru, (MR)
Belum adanya penyelesaian masalah keberadaan kuburan orang adat yang berada di lokasi perkebunan PT. Tapian Nadenggan, para ahli waris mengharapkan adanya pemugaran kuburan yang berada di tengah perkebunan dengan membuatkan pagar dan rumah- rumahan yang beratap pada semua kuburan yang berada di tengah perkebunan kelapa sawit milik PT. Tapian Nadenggan. Selain itu para ahli waris juga mengklaim bahwa areal lahan yang di tanami kelapa sawit oleh PT. Tapian Nadengan merupakan merupakan Tanah hutan keramat yang tidak di perkenankan untuk di rusak dan dialih fungsikan sebagai lahan perkebunan.

Johansyah selaku perwakilan dari ahli waris mengatakan, kuburan/makam yang berada di areal perkebunan kelapa sawit PT. Tapian Nadenggan sungai Cantung (SCNE dan BKPE) di blok C46 terdapat 14 kuburan/makam, blok C49 1 kuburan/makam, blok B22 1 kuburan/makam, blok D50 2 kuburan/makam, blok D43 2 kuburan/makam, blok S9 1 kuburan/makam, blok R8 1 kuburan/makam dan total keseluruhan 22 kuburan/makam dengan jumlah ahli waris 16 orang, dan semua kuburan/makam tersebut berada di tengah-tengah perkebunan, ujarnya.

Pada tanggal 16 maret 2015 di layangkan surat pertama kepada pihak manager perkebunan bukit kapur CC RC Region Kalsel 2 dan di tembuskan ke muspika, namun tidak ada tanggapan dari pihak perusahaan dan kemudian pada hari jum’at tanggal 03 Juli 2015 di adakan lagi di ruangan RC antara masyarakat adat selaku ahli waris dengan pihak PT. Tapian Nadenggan di wakili Kumarasami selaku RC Region Kalsel 2 dan Rukidi selaku pimpinan keamanan, pungkasnya.

Pada pertemuan tersebut secara lisan Kumarasami menyetujui permintaan para ahli waris untuk melakukan pemugaran kuburan/makam yang berada di areal lahan perkebunan dengan membuatkan pagar dan rumah-rumahan yang beratap untuk semua kuburan/makam, namun anehnya sampai sekarang tidak Terealisasi sama sekali, terang johan.

Ketika di konfirmasi humas PT. Tapian Nadenggan “Agu ng” via telepon seluler rabu, 07/10/15 tidak ada komentar sedikitpun atas permasalahan yang terjadi antara ahli waris dan pihak PT. Tapian Nadenggan. >>Her/Hasan

Leave a comment