Kinerja PT. Sultra dan PT.Taiwi 2 Tinggalkan Kesan Buruk

Maluku Utara,(MR)
WARGA Desa Saketa Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan Propinsi Maluku Utara prihatin adanya peningalan sisa Kayu Log Milik PT.Sultra yang beroperasi beberapa tahun yang lalu. Menurut Ketua kelompok Jati Pratama  Harun Djaib bahwa Perusahan Sultra memang dalam proses perijinan menggunakan nama kelompoknya sebagai persaratan di keluarkan SK IPK oleh Bupati terkait perijinan, namun pihak perusahan tidak mentaati aturan yang sudah termuat dalam aturan itu sendiri.
Menurut Harun Djaib, Kayu peninggalan perusahan yang ada di lopong sekitar 1500 Kubik mau di jadikan sebagai aset Desa untuk di uangkan juga tidak akan mungkin, karena kayu tersebut sudah hancur, Harun menduga kayu yang di hancurkan oleh Sultra bukan hanya di Lopong saja melainkan di Hutanpun masih banyak. Karena pada saat masa SO berjalan pihak perusahan masih saja melakukan aktipitas penabangan dan kami dari kelompok sudah kordinasi dengan para penebang yang ada di perusahan tersebut, mereka membenarkan itu semua dan itu semua mereka lakukan atas perintah Manajer PT.Sultra (Petrus).
Harun Djaib juga menerangkan, melihat kondisi Kayu yang sudah rusak itu dari kelompok Tani Jati Pratama yang di dalamnya melibatkan seluruh masyarakat setempat mengharapkan pada pemerintah dalam hal ini istansi terkait segera memanggil pihak perusahan PT.Sultra atau Petrus sebagai Menejer untuk bertanggung jawab atas kinerja mereka yang sewenang wenang.
Lebih lanjut Harun mengatakan, bukan hanya perusahan sultra saja yang hancurkan kayu di desa kami melainkan HPH yang di kerjakan oleh salah satu perusahan ternama di Maluku Utara PT.TAIWI 2 jadi setelah Perusahan Sultra Milik Handoyok masa izinnya selesai, jarak waktu kurang lebih 2 Tahun, masuk lagi PT.Taiwi 2 yang katanya izin mereka dari pusat yang di tandatangani oleh Mentri Kehutanan. Jadi ketika ada Masyarakat yang bertanya tentang keberadaan HPH yang di kerjakan oleh PT.Taiwi 2, mereka di takut takuti bahwa mereka di perintahkan dari pusat. Sehingga tidak ada satupun masyarakat yang berani menegur kinerja mereka walaupun ada hal-hal yang kurang jelas keberadaan mereka selama mereka masih ada di desa kami. sehingga ketika Perusahan angkat kaki dari desa kami, sisa Kayu Log  yang  mereka tinggalkan di hutan kurang lebih 1100 kubik.
Di lain pihak, sekretaris Desa Saketa H.Mukhlis H.Abdul Fatah menambahkan bahwa untuk sisa Kayu Log PT.SULTRA sudah rusak, sementara punya PT.TAIWI 2 masih bisa di produksi. Yang di khawatirkan jangan sampai sisa kayu yang  masih bisa di produksi hancur sama dengan Milik PT.Sultra.
Sekretaris Dinas Kehutanan Kabupaten Halmahera Selatan Ishar di temui di ruangan kerjanya beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa dalam waktu dekat kami akan turun di lapangan untuk mencari solusi yang terbaik sehingga tidak mengorbankan Masyrakat, pemerintah daerah maupun Pusat. >> MR Malut

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.