Kedung Waringin, (MR)
Jalan mulus seringkali digunakan para supir truk angkutan tanah untuk kebut-kebutan, alhasil jalan mudah retak dan rusak, Intensitas truk pengangkut tanah yang meningkat drastis hingga 100 rit per hari yang melintas di jalan raya Kedung Waringin-Pebayuran sebulan terakhir ini mulai dirasakan warga Desa karang mekar, Kecamatan Kedung Waringin.
Selain keretakan yang dialami puluhan rumah warga sekitar, jalan di Kecamatan tersebut mulai retak dan kerusakan sudah terjadi dibeberapa titik.
“Lama-lama ini jalan akan terbelah dua karena beban berat yang dibawa truk tersebut,” ungkap Hendra, senin (25/1/2016).
Selain itu warga mengeluhkan tidak adanya jam operasional truk pengangkut tanah milik proyek sebuah BUMN tersebut.
“Lewat terus sepanjang hari. Kadang beriringan 3 sampai 4 truk. Mana ngebut-ngebut truknya. Jadi ngeri saya. Belum juga debunya,” tukasnya.
Lalu lintas truk-truk besar pengangkut tanah urugan berdasarkan informasi yang Media Rakyat himpun 2 bulan ini meningkat. Hampir setiap hari, ratusan-ratusan truk besar itu melintasi Jalan Raya Kedung waringin-Pebayuran sehingga getarannya menyebabkan ratusan rumah warga di sekitar jalan itu mengalami retak-retak.
Menurut pengakuan para warga yang tembok rumahnya retak-retak itu truk besar tersebut mengangkut tanah urugan dari dua desa di Pebayuran. Yaitu Desa Sumbersari dan Karangpatri Kecamatan Pebayuran. Diduga truk-truk itu mengangkut pengurugan yang dilakukan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di dua desa tersebut.
“Lihat sendiri pak kondisi rumah saya temboknya pada retak-retak. Awalnya tak terlihat tapi lama-kelamaan malah terlihat jelas retakannya,” ujar Debleng, salah seorang Warga RT 008, RW 003, Kampung kedung kole, Desa Karang mekar, Kecamatan kedung waringin Kabupaten Bekasi, senin (25/1/2016).
Dia menduga, tembok rumahnya itu mengalami retak-retak akibat getaran yang ditimbulkan dari lalu lintas truk besar itu. Cerita dia, setiap hari sekitar ratusan truk itu lalu lalang melintasi depan rumahnya.
“Entah kemana tujuannya truk pengangut tanah urugan itu. Tapi sudah dua bulan truk-truk itu melintasi depan rumah saya. Kebetulan rumah saya pinggir jalan raya pak,” terangnya.
Dia berharap jika memang pengurugan itu dikerjakan salah satu perusahaan BUMN, pihak terkait dapat meninjau lokasi dan berusaha memfasilitasi dirinya kepada pihak perusahaan agar dapat bertanggungjawab.
“Karena kalau dibiarkan terus-menerus bisa-bisa rumah saya ambruk pak,” tambahnya.
Hal senada dikeluhkan juga warga sekitar Jalan Raya Kedung Waringin-Pebayuran lainnya yang enggan disebutkan namanya. Kata dia, ratusan truk besar itu melintasi enam desa yang terlintasi jalan tersebut.
“Mudah-mudahan tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan mas. Getarannya sangat terasa kalau truk besar itu melintasi depan rumah saya,” tuturnya.
Wakil ketua Koordinator Penindakan Jabar Corruption Watch (JCW), Mulyadi Effendi saat dimintai komentar oleh Media Rakyat
Terkait keluhan masyarakat dari aktivitas truk bermuatan tanah yang melintasi jalan di kedung waringin- Pebayuran, melintasi beberapa desa, dari Kedung Waringin, Karang Mekar, Bantar Jaya, Kertasari Dan Sumbersari. Aktivitas truk tanah dari proyek BUMN tersebut mengakibatkan beberapa rumah retak, jalan berdebu dan beberapa ruas jalan mulai mengalami kerusakan. Dalam sehari, aktivitas truk tersebut dikira mencapai ratusan rit.
“Sekarang lihat saja di Kecamatan Kedung Waringin & Pebayuran bukan Jalan Negara atau Provinsi melainkan jalan Kabupaten. Kelasnya juga untuk kendaraan harus disesuaikan dengan muatan yang ada, dan bisa jadi bila adanya aktivitas truk bermuatan tanah bisa merusak jalan bahkan katanya sampai rumah warga yang jadi korbannya,” ungkapnya,senin (25/1/2016).
Mulyadi meminta anggota DPRD Kabupaten Bekasi khsusnya Komis C untuk sidak ke lokasi dan coba mendatangi lokasi, kegitan pengurugan tersebut, juga mengecek jalan yang kabarnya sudah rusak karena lalu lalang truk tanah tersebut dan wajib mempertanyakan izinnya. Bila hal tersebut benar tidak mengantongi izin, DPRD Kabupaten Bekasi hendaknya melakukan pemanggilan kepada pihak terkait yang bertanggung jawab atas rusaknya jalan tersebut,” tandasnya. >>M Nasim Oting
