mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Pertamina Siap Kembangkan Blok East Natuna

Published on Nov 21 2011 // Berita Utama

Jakarta,(MR)

PT Pertamina (Persero) masih menunggu keputusan insentif dari pemerintah terkait pengembangan Blok East Natuna, Kepulauan Riau. Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan mengungkapkan, pihaknya membutuhkan insen-tif dari pemerintah mengingat besarnya biaya yang diperlukan untuk mengembangkan blok tersebut. “Kembangkan Natu-na sama aja seperti bangun kilang. Jadi kalau mau bikin kilang ya harus agak dilong-garkan kebijakan fiskalnya,” ujar Karen di Jakarta, Rabu (16/11).

Dijelaskannya, pihaknya serta ketiga calon mitra, Total E&P Indonesia, ExxonMobil Limited, dan Petronas Carigali, sadar akan sulitnya mengem-bangkan blok gas ini tanpa adanya kejelasan dan kepastian insentif fiskal dari pemerintah. Pasalnya, blok tersebut memiliki kandungan karbon dioksida (CO2) yang sangat besar, yakni mencapai 70%, sehingga membutuhkan biaya besar untuk menangkap karbon tersebut (carbon capture), jelasnya.

“Nanti kan mau ada carbon capture. Ini perlu biaya besar. Kami dan partners sudah tahu bahwa ini tidak bisa dikem-bangkan kalau tidak ada insen-tif karena memang aset ini sulit untuk dikembangkan,” tambah Karen.

Untuk itu, saat ini terus dibi-carakan insentif fiskal itu dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kemen-terian Badan Usaha Milik Negara, dan Kementerian Keua-ngan. Namun, Karen berharap penandatanganan PSC (kontrak bagi hasil) pengembangan Blok East Natuna ini bisa dilakukan tahun ini juga. “Saya sih meng-harapkan tahun ini,” kata dia.

Terkait kepemilikan saham di pengelolaan Blok East Natuna ini, menurutnya bukan berarti perseroan menjadi pemegang saham mayoritas. Namun yang pasti, pihaknya akan menjadi operator blok tersebut. “Kami tidak bisa bilang bahwa kami menjadi mayoritas, tapi yang jelas kami operator,” tegasnya. >>Ediatmo

Leave a comment