Dalam rangka menunjang kelancaran proses pelaksanaan pembangunan jembatan Sei. Pangeran, pihak pemerintah Kota Banjarmasin sudah berhasil melakukan pembebasan lahan untuk tahap pertama yakni pembebasan lahan disepanjang pinggiran sungai, sedangkan untuk tahap kedua pihak Pemko Banjarmasin sementara ini sedang melakukan proses negosiasi dengan warga masyarakat, demikian ungkap Hairul Saleh kepada Media Rakyat.
Menurut Kabag. Tapem Hairul Saleh yang dikonfirmasi pihak media mengatakan bahwa pelaksanaan pembebasan lahan tahap ke II ini sudah berjalan sebagaimana mestinya sampai sekarang tim masih bekerja di lapangan dalam penghitungan bangunan dan luas tanah masing masing, diakui Hairul dalam pembebasan lahan di jln hasan basri ini memang ada beberapa kendala, seperti ketidak cocokan harga pergatian, dalam hal ini pihak pemerintah menawarkan harga pembebasan lahan per meter Rp. 3.750.000,- untuk yg lahannya dipinggir jalan, sedangkan untuk lahan didalam per meter di anggarkan Rp.750.000,-
Dalam kesempatan saat berbincang dengan Media Rakyat, Hairul Saleh juga membantah atas adanya anggapan bahwa pembangunan jembatan terlambat karena akibat lambannya pihak Pemko dalam melakukan pembebasan lahan. Diakui Hairul pihaknya sudah melakukan pembebasan sesuai dengan rencana. Malahan ujarnya pihak Pemprov lah yang tidak sesuai pembicaraan awal dalam melaksanakan pekerjaan, sebagaimana dalam pembicaraan terdahulu, pihak Pemprov telah menyepakati yang dalam hal ini PU mengatakan dalam pekerjaan tahap I (petama) ini bisa menyelesaikan pekerjaan sampai pada pemasangan lantai jembatan namun pada hasilnya hanya pada pemasangan tiang tiang jembatan, demikian tandas Hairul.
Sementara itu, pihak PU Kalsel Mustaal, ketika ketemu Media Rakyat di Kantor Balai Besar menjelaskan bahwa sebagai salah satu penyebab keterlambatan dalam pembangunan jembatan Sei. Pangeran ini di karnakan belum selesainya pembuatan gelagar jembatan yang pembuatannya dilakukan di pulau jawa, ditambahkannya lagi seraya berjanji bahwa pekerjaan ini akan di lanjutkan bulan depan, ujar Mustaal.
Lain Hairul lain juga Mustaal, Pihak Pelaksana lapangan alias kontraktor proyek tersebut PT PUTRA BORNEO SAKTI yang diwakili ARO mengatakan bahwa walaupun pihak Pemko dan PU Prov saling lempar pihaknya tetap melaksanakan pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya seperti halnya pada saat ditemui Media Rakyat dilapangan dia berharap pembebasan lahan segera selesai dengan segala permasalahannya karena menurutnya lebih lanjut, Pihaknya dalam bekerja bisa memakan ruang jalan hingga Curd stone/median jalan hingga dia berharap dari pihak terkait bisa mengalihkan jalan alternative karena jalan S.Parman hanya bisa digunakan 1 jalur, selain itu juga dia berharap dua tiang listrik yang berada dekat makam juga dipindahkan, namun hingga berita ini diturunkan masalah lahan dan keberadaan dua tiang listrik masih belum bergeming, sehingga timbul pertanyaan apakah proyek ini bisa selesai sesuai dengan tengat waktu yang telah ditetapkan 210 hari kalender terhitung 12 April 2013, padahal untuk mengerjakan Pree Cast Girder/balok jembatan memakan waktu kurang lebih 2 bulan. >> MAULANA/DUAN

