Pemerintah Siapkan Dua Opsi Rencana Kenaikan Tarif Listrik

Jakarta,(MR)

Pemerintah telah menyiap-kan dua opsi sehubungan dengan rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 10% per 1 April mendatang. Direktur Jenderal Ketenaga-listrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman mengung-kapkan opsi pertama adalah meniadakan kenaikan tarif bagi pelanggan rumah tangga dengan kapasitas 450 volt ampere (VA), sedangkan seluruh pelanggan dengan voltase diatas itu akan naik 10%.

“Opsi kedua, pelanggan 450 VA dan 900 VA tidak naik tarif listriknya hingga pemakaian telah mencapai 60 Kwh (kilowatt hour). Kalau melewati pemakaian tersebut, tarifnya otomatis naik 10%,” jelas Jarman di Jakarta, Jumat (27/1). Dirinya mengaku, dari dua opsi tersebut, pemerintah cenderung memiliki opsi pertama, yaitu tarif listrik naik 10% dan pelanggan 450 VA yang tergolong tidak mampu, tidak akan dibebani kenaikan 10%. “Jika rencana tersebut dilakukan, pemerintah dapat menghemat subsidi sebesar Rp8,9 triliun,” kata dia.

Ia menuturkan, saat ini rencana kenaikan TDL 10% belum disetujui DPR karena masih menunggu kajian dari lembaga independen. Pemerintah sendiri pada November 2011 lalu telah menunjuk Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM), Universitas Indonesia, dan Lembaga Kerja Sama Fakultas Teknik UGM untuk mengkaji dampak kenaikan tarif listrik 10%.

Berdasarkan kajian tersebut, ditemukan bahwa kenaikan TDL sebesar 10% ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap daya saing usaha kecil dan menengah (UKM). “Hasil kajian menunjukkan kenaikan 10% pengaruhnya terhadap competitiveness tidak signifikan. Artinya, mayoritas UKM di atas 90% tidak terpengaruh,” terangnya. >> Mohammad

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.