Kupang,(MR)
Perang tanding antarwarga memperebutkan tanah sawah warisan terjadi di Desa Lalong Wae, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Peristiwa itu menyebabkan satu orang tewas dan satu lainnya dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Korban tewas bernama Valens Padjo. Pria berusia 40 tahun ini tewas akibat luka bacokan di belakang kepala, dahi, lima jari kaki kanan nyaris putus, dan gigi depan rontok. “Kepala belakang korban juga dipukul dengan kayu, dan ada dua lubang di dahi,” tutur Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur Komisaris Antonia Pah di Kupang, Kamis.
Menurut Antonia, perang tanding terjadi Selasa (1/11) pagi. Tetapi baru dilaporkan ke Polda NTT pagi tadi. Sedangkan Ferdinandus, 35, yang menderita luka bacok di pipi bagian kanan di rawat di rumah sakit setempat. Tiga pelaku lainnya yang tidak menderita luka yakni Thomas, 33, Fransiskus 24, dan Gustianus, 31, kini ditahan di sel Polres Manggarai Barat.
Menurut Antonia korban tewas dan pelaku adalah kakak beradik. Awalnya tanah sawah warisan itu digarap oleh Valens yang merupakan kakak tertua. “Setelah orang tua mereka meninggal, saudara-saudara Valens minta diberi bagian dari harta warisan tersebut,” katanya.
Karena tidak diberi bagian, menurut Antonia, adik-adiknya marah. Mereka kemudian menyerang Valens yang saat itu sedang menggarap sawah.
Kapolres Manggarai Barat Ajun Komisaris Besar Samsuri mengatakan hingga kini situasi tempat kejadian sudah kondusif. Sejumlah personel polisi yang mengamankan lokasi kejadian sudah ditarik kembali ke Polres. >> Moses Mone Kaka
