Ikan Paus Terdampar di Pesisir Pantai Karawang

Karawang,(MR)
Ikan Paus paus jenis “sperm whale” di temukan terdampar dipesisir pantai wisata Tanjung Pakis, tepatnya di Dusun Sompek RT. 01/ RW. 09. Desa Tanjung Pakis Kecamatan Pakis Jaya Kabupaten Karawang Jawa Barat. Ikan Paus tersebut terlihat oleh warga dan nelayan di pesisir pantai Tanjung Pakis pada hari Selasa, 24/7/2012.
Paus betina sepanjang 12 meter, berbobot 2.500 kilogram, dan berusia 5 tahun, ditemukan masih hidup dan berhasil dibawa ke tengah laut pada Sabtu (28/7/2012). Tim evakuasi paus tersebut dilakukan oleh tim gabungan, terdiri atas Koordinator Jakarta Animal Aid Network (JAAN), anggota Tagana dan Sagara. Proses evakuasi sudah dilakukan sejak Kamis (26/7) Dalam proses evakuasi itu, paus tersebut digiring ke perairan lebih dalam secara estafet. Setelah berhasil diikat dengan dibantu sebuah jaring ukuran besar, paus itu selanjutnya ditarik dengan menggunakan kapal Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) menuju ke laut yang lebih dalam sejarak sekitar 8 mil dari bibir pantai, di bantu tim penyelamat Takal atau Takbut wisata pantai Tanjung Pakis dan dibantu oleh para nelayan setempat.
Terdampar selama empat hari tanpa makan adalah malapetaka tersendiri bagi paus, Jenis paus itu membutuhkan makan seberat 3 persen dari bobot tubuhnya setiap hari,” kata periset mamalia laut pada Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Fahmi, Senin (30/7), saat dihubungi dalam perjalanan dari Karawang.
Puas yang terdampar di pantai karawang Menurut Fahmi adalah paus jenis sperm whale (Physeter macrocephalus)  Dugaan perburuan sperm whale terhadap ikan-ikan kecil hingga terdampar di Laut Jawa menjadi sinyal menipisnya stok ikan di laut. Menurut Fahmi, jalur migrasi sperm whale dari Samudra Pasifik masuk ke perairan Indonesia paling barat adalah di Selat Makassar, kemudian menuju Samudra Hindia dengan batas lintasan di Selat Bali, Sperm whale memiliki struktur mulut di kepala bagian bawah. Ini menjadikannya sebagai pemangsa penghuni dasar laut, seperti ikan pari, cumi, atau gurita, jelas Fahmi.
Sebelumnya, hari Rabu warga sekitar mulai berdatangan ke lokasi tersebut dengan menaiki Perahu para Nelayan yang di pungut biaya sebesar Rp.5000,- per-orang untuk melihat dan ingin tahu lebih dekat dengan Ikan Paus tersebut, tetapi sayangnya warga yang ingin melihat lebih dekat dengan ikan paus itu tidak diperkenankan untuk mendekatinya dikhawatirkan akan menimbulkan hal yang tidak di inginkan. Perangkat Pemerintah Desa Tanjung Pakis serta dari Kecamatan dan Kepolisian pun telah siaga dipesisir pantai demi menjaga keamanan.
Paus yang terdampar di Muara Gembong diketahui merupakan individu paus yang sama dengan yang terdampar di Pakis Jaya, Karawang, Jawa Barat, Rabu (25/7/2012),  setelah paus berhasil di lepas ke laut yang lebih dalam sejarak sekitar 8 mil dari bibir pantai, paus kembali terdampar ke daratan di wilayah Muaragembong dan ditemukan warga pada Minggu (29/7/2012) sekitar pukul 05.00 WIB. >> Warsian

Related posts