Gubernur Jabar Berikan Bantuan 1milyar ke STAI Al-Ma’arif

Ciamis,(MR)

PELETAKAN batu pertama pembangunan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Ma’arif secara simbolis dilakukan oleh gubernur Jawa Barat Dr.H. Ahmad Heryawan sekaligus memberikan bantuan sebesar 1 miliyar untuk pembangunan gedung pendidikan STAI Al-Ma’arif dalam acara tersebut di hadiri oleh unsur Muspida beserta para tokoh yayasan Al-Ma’arif kabupaten Ciamis.

Dr.H.Ahmad Heryawan selaku gubernur Jawa Barat mengatakan Dalam sambutan-nya,  “Alhamdulillah saya bisa berkunjung bersilaturahim, saya dari awal silaturahim itu bisa mendatangkan dua hal manfaat-nya, pertama mendatangkan rizki lebih banyak, kedua memanjangkan umur kita tentunya,”.imbuhnya

Ahmad Heryawan juga menjelaskan, pemerintah pro-vinsi jawa barat sepanjang masa, termasuk mungkin di jaman saya lagi fokus ke pendi-dikan, sebab saya yakin bahwa untuk jangka panjang provinsi kita, kabupaten kita, maka hal yang paling penting kita lakukan adalah melakukan perbaikan pendidikan termasuk menuntas-kan kemiskinan mata rantai kemiskinan, mata rantai kebo-dohan, mata rantai-mata rantai keterbelakangan cara yang paling efektif paling hebat, paling baik untuk memutuskan mata rantai keburukan seperti tadi katakan adalah pendidikan itu yang kita yakini berama-sama oleh kita, paparnya.

Lebih lanjut Dr.H.Ahmad Heryawan mengatakan, Alhamdulillah tahun 2008 kita mulai fokus ke pendidikan, berlanjut pada tahun 2009 lebih fokus lagi kita melaksanakan biaya operasional sekolah (BOS) provinsi yang dapat manfaat seluruh siswa-siswi SD, SMP, Tsanawiyah dengan saat yang sama kita juga melakukan pemberian beasis-wa, gabungan antara pemerin-tah pusat dan provinsi sekitar 250 ribu siswa SLTP, SMA, SMK, Aliyah mendapatkan beasiswa yang tidak mampu BOS 7,6 juta siswa/i. ungkap-nya.

Dr.H.Ahmad Heryawan mengatakan, sekarang saya bisa membangun ruang kelas 6 ribu ruang dalam satu tahun, sebab kita sering kali tidak berpijak kepada hitungan statistik data-data dari pada angka-angka poinya makna, kemudian Jawa Barat ternyata terpuruk angka partisipasi SLTA hanya 50% tahun 2008, dan  pada tahun 2011 lumayan agak naik 60%.

Tahun 2011, usia tidak seko-lah ada 39 persen, ini masalah-nya 39% itu jutaan bisa, satu juta orang anak yang tidak seko-lah bayangkan, pada tahun 2007 untuk ruang kelas paling kecil yaitu 300, tahun 2009 400 dan 2010 sebanyak 600 ruang kalas, saya sudah merasakan dari 300 ke 600 sekolah meskipun banyak kelihatannya jika lihat dampaknya, ternyata bukan 600 sekolah tapi kekura-ngannya 800 sekolah, saya sudah 6 tahun jadi gubernur oleh karena itu saya harus  mengatakan bahwa kekura-ngannya 6,18 itu, 600 alternatif eksen tindakan yang sangat khusus diluar kalau yang biasa normal, ini bukan abnormal bukan exstra olldineri tindakan yang luar biasa yang  dilakukan, Maka Insya Allah saya menga-takan yang 18 ribu itu 6 ribu tahun 2011 sudah selesai dibangun, paparnya. >>HR

Related posts