Baju Seragam SMAN 1 Tanjung Raja Diduga Dijadikan Ajang Bisnis

Ogan Ilir, (MR)
Semenjak SMA di ambil alih Dinas Provinsi biaya sekolah semakin mahal ini semua terbukti pada saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 1 Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumatera Selatan mencapai Rp. 2.600.000 hal ini di katakan oleh salah seorang wali siswa  yang namanya tidak mau di tulis kepada wartawan belum lama ini.
Lebih lanjut wali siswa tadi mengatakan, biaya PPDB tahun pelajaran 2018/2019 di SMAN Tanjung Raja OI sangat  mahal, ini terbukti pada saat SMA masih di bawah naungan Dinas Kabupaten/Kota. Biaya sekol-ah tidak terlalu tinggi seperti saat ini, karena guru dan Kepsek tidak takut lagi karena menurutnya tidak mungkin wali murid di daerah untuk melaporkan tindak tanduk yang telah di lakukan Kepsek dan guru di sekolah-sekolah daerah.
Seperti yang terjadi di SMAN 1 Tanjung Raja siswa/siswi harus membeli baju seragam sebanyak 5 (lima) stel serta atribut sekolah seharga Rp. 2.600.000, adapun baju yang harus di beli yaitu, setelan Jas/almamater dan putih abu-abu lengkap dengan dasi serta topi, satu stel seragam Pramuka, satu stel baju batik sepan/rok putih, satu stel baju olahraga  dan satu stel pakaian muslim, yang membuat kecewa wali murid hampir lima bulan sekolah baju batik tidak kunjung di bagikan sedangkan uangnya sudah lunas, dengan harga baju lima stel yang sudah di tentukan pihak sekolah sebesar Rp. 2.600.000 setelah di bagi satu stel baju mencapai Rp. 520.000.
“Dengan kejadian ini di duga Kepala Sekolah meraup keuntungan yang besar dan diduga baju seragam ini dijadikan ajang bisnis, selain itu sudah ada aturan dari Pemerintah Provinsi untuk PPDB harus ada 20 persen siswa/siswi yang di bebaskan dari semua pungutan, namun kenyataannya aturan ini tidak di indahkan oleh Kepala SMAN 1 Tanjung Raja dari penjualan seragam sekol-ah,” ungkap wali murid tadi.
Kepala SMAN 1 Tanjung Raja Drs Sutinawati M.Si saat hendak di konfirmasi wartawan tidak berada di tempat, menurut salah seorang guru mengatakan Kepala Sekolah keluar ada urusan di Kayuagung. Saat di hubungi melalui Whatsapp (WA) mengatakan, “langsung saja berhubungan dengan Wakasek Kurikulum, Edi Untung Suprapto,S.Pd,” katanya.
Menurut Wakasek Kurikulum, Edi Untung Suprapto,S.Pd. didampingi Wakasek Kesiswaan Sumarni,S.Pd mengatakan, “pada saat PPDB kelas X sebanyak 256 siswa yang mendaftar, namun yang menda-ftar ulang sebanyak 252 siswa, untuk baju seragam semuanya dari sekolah sebanyak 5 (lima) stel termasuk atribut, untuk pembelian pakaian seragam sebesar Rp. 2.600.000 besarnya uang yang di pungut sebelumnya sudah di rapatkan dengan Komite Sekolah,” tuturnya.
“Mengenai adanya Peraturan Dinas Pendidikan Provinsi bahwa ada 20 persen siswa kurang mampu dibebaskan dari semua pungutan uang dari jumlah siswa yang di terima pada saat PPDB sebanyak 252 siswa. Masalah ini sudah di buka dalam rapat komite dan sudah menghimbau kepada wali murid untuk menghadap atau melapor ke sekolah apabila benar tidak mampu, sampai saat ini tidak ada satupun siswa atau orang tua yang komplen untuk mengusulkan bahwa kurang mampu,” lanjutnya.
“Mengenai baju seragam semuanya sudah ada dan sudah di bagikan kepada siswa/i namun ada beberapa siswa saja yang belum menerima baju batik mengingat  tubuh siswa besar jadi beberapa siswa tersebut bajunya masih dalam pemesanan mungkin dalam beberapa hari ke depan sudah datang pakaian seragam siswa tersebut, semua seragam ini kami pesan di Paris Jaya Palembang,” jelas Edi. >>Ipan

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.