Sunday, 18/11/2018 | 12:08 UTC+7
Media Rakyat

Akibat PETI, Sungai Tercemar

yercemarKotabaru,(MR)

MELIHAT pancaran senyum anak-anak yang sedang asik bermain di sungai membuat siapa saja yang melihatnya serasakan juga ingin menceburkan badan dan bermain basah-basahan. Namun, hal itu sama sekali di luar perkiraan karena sungai khususnya yang berada di desa Sembilang Kecamatan Kelumpang Tengah yang dulunya jernih sekarang sudah tak nampak lagi, justru malah sebaliknya sekarang kondisinya terbilang memprihatinkan sejak adanya aktifitas PETI (Pertambangan Tanpa Ijin) yang masuk didaerah Gunung Kambat dan sekitarnya. Saat itu pula air sungai satu-satunya menjadi sumber penghidupan warga desa disana tercemar oleh kegiatan tersebut.

Bagi anak pedesaan yang tidak memiliki taman bermain seperti layaknya anak kota, sungai merupakan tempat yang biasa dijadikan sebagai kawasan main mereka, karena memang tidak ada pilihan lain. Sungguh ironis kalau melihat secara nyata tempat bermain anak-anak ternyata tercemar karena tambang, nampak sangat jelas terlihat aliran sungai berwarna kuning disebabkan limbah lumpur bekas galian tambang.

“Hampir setiap hari kami bermain air disini, dan tentunya kami sangat senang karena ini adalah taman bermain kami,” ujar salah seorang anak saat ditanya.

Diketahui bersama, sungai merupakan salah satu sumber kehidupan masyarakat dalam melakukan berbagai hal, baik itu untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, mencuci dan lain sebagainya maupun untuk hal-hal yang dianggap penting lainnya dan sejatinya sungai adalah sahabat masyarakat. Akan tetapi kalau lingkungan sungai tidak terjaga dengan baik maka petaka yang akan menghampirinya.

Itu yang terjadi pada desa Sembilang Kecamatan Kelumpang Tengah Kotabaru, salah satu desa yang bisa dikatakan terisolir, dilihat dari pembangunan yang hampir sama sekali tidak ada, ditambah dengan sungai yang tercemar akibat masih adanya aktifitas PETI yang dijalankan di kawasan Gunung Kambat membuat kampung ini semakin lusuh.

“Saya menghendaki aktifitas PETI tidak ada lagi karena jelas banyak kerugian yang didapat pada kampung kami dan salah satunya adalah tercemarnya sungai. Padahal sebelum ada aktifitas tambang warga desa menjadikan sungai itu untuk keperluan air minum, mencuci dan sebagainya,” tutur Abdul Rasyid, Kepala Desa Sembilang ketika ditemui dikawasan tempat tinggalnya pada desa Sembilang.

Ia mengharapkan agar jangan hanya gara-gara aktifitas illegal yang dilaksanakan para anak-anak dikampung menjadi korban dan untuk diketahui bersama hampir setiap hari anak-anak menjadikan media sungai sebagai taman bermain mereka, dan setiap hari juga terlihat perubahan warna sungai yang tercemar akibat aktifitas PETI dihulu sungai.

“Melihat mereka sebenarnya sedih tapi mau gimana lagi, seyogyanya penambang yang ada bisa memikirkan mereka sebagai generasi penerus, bukan hanya cuma memikirkan isi perut mereka saja kalau kami yang dijadikan korban alangkah tidak terhormatnya,” terangnya dengan raut wajah yang menyimpan kesedihan.

Dengan adanya hal yang jelas-jelas dapat merugikan lingkungan, ia sebagai Kepala Desa berharap agar ada perhatian serius dari Pemerintah Daerah maupun pihak lainnya yang dapat menyikapi hal tersebut.

Jangan sampai keadaan seperti itu terkesan dibiarkan saja, juga kepada pengusaha pertambangan yang melakukan aktifitas itu diharapkan agar jangan hanya memikirkan pribadinya saja melainkan masyarakat dan lingkungan yang harusnya lebih menjadi perhatian utama.

“Ya, mudah-mudahan saja apa yang menjadi perhatian bisa dijalankan dengan baik karena bukan hanya sisi lingkungan saja yang rugi, masyarakat juga akan mendapat imbas kerugian besar dan fakta itu terjadi di kampung kami Sembilang. Perhatian, pengawasan serta pengelolaan sistem lingkungan harus dijalankan sebaik-baiknya agar semuanya bisa berjalan dengan baik tanpa ada kerugian yang dialami,” tandasnya. >> Her

About

pembawa suara pembangunan bangsa

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.