Waskita Belum Tandatangani MOU Perbaikan infrastruktur yang Rusak

Kayuagung, (MR)
Meski gelombang protes dan keluhan masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan terkait kerusakan jalan akibat aktifitas angkut material tol masih sering terjadi, PT Waskita Karya selaku operator jalan tol hingga saat ini belum menandatangani Memorandum Of Understanding (MoU) perbaikan infrastruktur hal ini terungkap saat rapat evaluasi pembangunan jalan tol di Kantor Bupati OKI, Senin, (22/4/19).
Rapat tersebut di pimpin langsung Wakil Bupati OKI, H.M. Djakfar Shodiq, dan di hadiri Kasat Intelkam Polres OKI, AKP Sigit Agung Susilo, Kasdim 0402 OKI, Mayor Hernanda, Perwakilan PT Waskita Karya, dan Dinas Instansi terkait.
Padahal, MoU ini menjadi penting sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik bahwa ada komitmen bersama untuk menyelesaikan permasalahan yang imbasnya merugikan kepentingan masyarakat OKI. MoU tersebut juga dapat menjadi dasar untuk “menagih janji” jika nanti proyek strategis tersebut selesai
Bahkan, Dinas PU PR Kabupaten OKI yang telah mendapat pelimpahan kewenangan penandatanganan kesepakatan dari Bupati OKI, H. Iskandar, SE masih menantikan pimpinan tinggi  PT Waskita Karya untuk menuangkan komitmen perbaikan jalan yang rusak akibat aktifitas angkut material pembangunan Tol Trans Sumatera.
“Kita sudah bolak-balik sampaikan draf MOU hingga saat ini kita masih menanti waktu untuk bertemu dengan pimpinan Waskita untuk sama-sama menyepakati solusi terkait kerusakan jalan yang dilalui pengangkut material tol,” kata Perwakilan Dinas PU PR Kabupaten OKI, Rifky Kunto.
Rifky mengungkapkan, pada awalnya memang komitmen untuk memperbaiki jalan ini sudah disampaikan oleh pihak Waskita, akan tetapi komitmen ini belum dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU).
“Jadi tujuannya untuk membicarakan tentang komitmen ini. Sehingga akan lebih jelas komitmennya seperti apa, oleh karena itu kita ingin bertemu langsung dengan petingginya yang bisa mengambil keputusan” ujarnya.
Perwakilan PT Waskita Karya, Andriansyah mengungkapkan belum ditandatanganinya MOU perbaikan kerusakan jalan dampak pembangunan tol di wilayah OKI diakibatkan adanya perubahan manajemen ditingkat pusat.
“Jadi adanya reorganisasi di manajemen kami, devisi V-VI yang dulu terpisah akan digabung menjadi satu, devisi Sumatera. Setelah rapat ini segera kami tindaklanjuti dan dilaporkan ke pimpinan” tukasnya. >>Ipan

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.