Sunday, 18/11/2018 | 12:04 UTC+7
Media Rakyat

Warga Kampung Baru Desak Bupati Halsel Copot Kepala Desa

Labuha Halsel,(MR)

WARGA Desa Kampong Baru Kecamatan Batang Lomang Kabupaten Halmahera Selatan, yang di duga Telah di Bodohi oleh Fauji Bin Usman Selaku Kepala Desa (Kades) Kampong baru, pasalnya pengadaan katinting 20 Unit (dua puluh Unit) pada tahun 2012 oleh Dinas Perikanan Hasel yang sudah di serahkan ke Kades Kampong Baru kini telah beraroma penipuan yang terjadi di masyarakat Desa Kampong Baru karena katinting tersebut di bagikan hanya 10 unit dan 10 unitnya di bagikan di Desa Lain sementara masyarakat keluhkan bahwa pengadaan katinting tersebut hanya untuk masyarakat kampung baru bukan desa lain namun dengan adanya perbuatan bejat yang di lakukan oleh kades akhirnya masyarakat kampong baru saling bermusuhan.

Kades Kampong Baru bagikan 10 unit kantinting kemasyarakat tidak sesuai mekanisme di karenakan mesin katinting dan bodi di bagikan secara tidak kebersamaan sementara pengadaan tersebut adalah mesin katinting dan bodi harus berpasangan (paket) untuk di bagikan ke masyarakat namun masyarakat yang seharusnya menerima Mesin dan bodi kini telah ditipu oleh kades sehingga ada 4 paket katinting masing-masing penerima mendapatkan bodi dan mesin serta yang sisanya 6 paket kini di bagikan kemasyarakat secara terpisahakan yaitu sebagian masyarakat hanya mendapatkan mesin katinting dan tidak mendapatkan bodi dan sebagian masyarakat hanya mendapatkan bodi dan tidak mendapatkan mesin katinting oleh karena itu masyarakat merasa di tipu dan di bodohi dengan adanya perbuatan yang di lakukan oleh kades kampong baru.

Hal ini terungkap setelah adanya informasi yang di himpun Media Rakyat dari warga desa kampong baru yang keluhannya bahwa pembagian katinting tersebut harus ada kompensasi dari masyarakat terhadap kepala desa, namun bagi yang mendapatkan pembagian mesin katinting harus membayar Rp 200,000,- (dua ratus ribu rupiah) kepada kepala desa dan bila mendapatkan pembagian Bodi maka harus membayar Rp 100,000,- (seratus ribu rupiah) juga kepada kepala Desa dan apabila masyarakat tidak membayarnya maka kepala Desa tidak memberikan apa apa padahal pemerintah daerah memberikannya kepada masyarakat secara Cuma-Cuma tanpa ada pungutan.

Kades kampong baru mengatakan bahwa apabila masyarakat bagi yang mau mendapatkan mesin katinting dan bodi atau / paket maka harus mereka membayar dulu upa sebesar 300,000.- (tiga ratus ribu rupia) agar setiap penerima mendapatkan secara keseluruhan bodi dan mesin, walau pun masyarakat suda di bodohi dan di tipu oleh kades namun masyarakat tetap bersemangat untuk membawa uang dengan jumlah yang suda di tetapkan oleh kades agar mendapatkan mesin katinting dan bodi untuk demi keperluan kehidupan sehari-hari, menurut masyarakat bantuan tersebut di bagikan tanpa ada pungutan biaya apa pun sementara kades mengambil satu kebijakan tanpa ada alasan sama sekali.

Empat paket katinting yang di bagikan oleh kades juga pada intinya tidak sesuai juknis karena yang seharusnya 4 paket katinting dibagikan pada masyarakat tetapi dengan sengaja kades diam-diam dan bagikanpada kaur-kaur Desa tanpa ada pungutan, sementara 6 paket yang di bagikan kepada masyarakat harus melalui pungutan (bayar), namun menurut masyarakat kampong baru, kebijakan yang sengaja dibuat oleh kepala Desa ini sangat tidak sesuai jalur dan dianggap menjolimi, membodohi, serta menipu kami, untuk itu kami dari masyarakat desa Kampong Baru tidak lagi akan menerima kades seperti itu.

Hal ini juga di ungkapkan oleh salah seorang warga kampong baru enggan di korankan namanya kepada Media Rakyat pekan kemarin mengatakan bahwa, kampong baru memiliki dua sekdes yakin sekdes PNS dan sekdes non PNS sementara sekdes non PNS sengaja di angkat oleh kepala desa dengan alasan bahwa ketika kepala desa keluar urusan maka sekdes non PNS gantikan posisinya sebagai kepala Desa sementara, namun sekdes PNS Cuma diam dan tidak tau berbuat apa alias jadi boneka hidup, menurut salah seorang warga tersebut bahwa seperti Bupati saja tidak pernah mengangkat dua jabatan yang di satu instansi apalagi Cuma kepala desa koh bisa mengambil keputusan seperti itu… Ada apa sebenarnya ? Ujar warga tersebut.

Kebijakan kepala desa kampong baru sangat menyalahi aturan olehnya itu di harapkan kepada Dr,H.Muhamad Kasuba selaku Bupati Halsel untuk segera memanggil kepala desa dan berikan sangsi berupa di berhentikan dari jabatannya, namun kami dari masyarakat kampong baru memohon kiranya Bupti bisa menanggapi keluhan kami, tandasnya. >> Mato

About

pembawa suara pembangunan bangsa

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.