Tidak Bayar Uang Kas Raport Siswa Di Tahan

Berita Terkini

Ogan Ilir, (MR) – Beberapa Siswa SMPN 1 Rambang Kuang Kecamatan Rambang Kuang Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan sàat pembagian raport hasil ulangan semestet gazal tidak bisa menerima raport dikarenakan tidak membayar uang kas, hal ini di katakan salah seorang siswa yang kecewa karena tidak bisa menerima raport saat pembagian raport kepada Media Rakyat belum lama ini.
Lebih lanjut siswa tadi mengatakan setiap hari Selasa Siswa/siswi di wajibkan membayar uang kas sebesar Rp1000 (Seribu Rupiah), namun tunggakan uang kas dirinya sebesar Rp15.000,- ( Lima Belas Ribu Rupiah). Masih Menurut siswa tadi sebelum uang tersebut di bayar raport tidak bisa di ambil,
sedangkan uang kas tersebut tidak tau kegunaannya untuk apa. Selain uang kas siswa-siswi SMPN 1 Rambang Kuang dari kelas VII Sampai Kelas IX di wajibkan untuk membeli bangku sebesar Rp70.000,,- (Tujuh Puluh Ribu Rupiah).
Menurut Zairin salah seorang wali murid mengatakan masalah pungutan uang bangku sangat di sesalkan, mengingat bangku tersebut di pesan oleh Kepala Sekolah terlebih dahulu tanpa musyawarah dengan wali murid setelah itu Kepala Sekolah SMPN 1 Rambang Kuang Darmansyah baru mengundang wali murid untuk mengadakan rapat komite.
Pada saat rapat menurut Zairin, Kepala Sekolah Darmansyah mengatakan bangku untuk anak-anak belajar tidak ada dan anak-anak belajar di lantai jadi bangku sudah di pesan namun dananya belum ada. Mengingat bangku sudah di pesan dengan terpaksa wali murid harus membayar uang sebesar Rp70.000,- (Tujuh Puluh Ribu Rupiah) dengan kejadian ini wali merasa tertekan ujar Zairin.
Kepala SMPN 1 Rambang Kuang Darmansyah M.Pd saat di konfirmasi melalui WhatsApp sampai berita ini di turunkan tidak ada jawaban.
Menurut Mulyani S.Pd salah seorang guru SMPN 1 Rambang Kuang mengatakan ke pada Media Rakyat melalui Ponsel, masalah raport siswa tidak di bagikan karena siswa tidak bayar uang kas dirinya membenarkan, masalah uang kas itu sebenarnya untuk keperluan siswa sendiri di kelas, apabila akhir tahun uang tersebut masih ada sisa akan di belikan hadiah bagi siswa yang berprestasi.
Lebih lanjut Mulyani mengatakan saat di berikan penjelasan kepada wali siswa yg datang hendak mengambil laport, menurut wali ” kalau seperti ini memang siswa tidak ada niat untuk membayar apalagi uang kas tersebut hanya Rp1000.-(Seribu Rupiah) setiap minggunya kalau dibagi hanya Rp 200 ( Dua Ratus Rupiah) setiap hari sedangkan siswa sendiri setiap hari membawa uang paling kecil Rp5000.- (Lima Ribu Rupiah) setiap hari jelasnya menirukan perkataan orang tua wali yang datang untuk mengambil laport
Masih menurut Mulyani masalah uang bangku yang di bantu oleh wali siswa itu sudah lama berjalan bahkan sebelum Kepala Sekolah Pak Darmansyah. ” Pak Darmansyah hanya melanjutkan dari Kepala Sekolah sebelumnya mengingat SMPN 1 Rambang Kuang tidak ada bangku untuk kegiatan proses belajar mengajar jadi Kepala Sekolah mengundang wali murid melalui komite sekolah waktu itu setelah di hitung jumlah bangku yang akan di bayar bardasarkan dari hitungan jumlah siswa pada saat itu meminta sumbangan dari wali siswà sebesar Rp68.000,- persiswa. Namun pada saat rapat itu juga, berdasarkan kesepakatan wali siswa untuk sumbangan pembelian bangku sebesar Rp70.000,- dengan sistim pembayaran di angsur bahkan sampai saat ini ada yang belum bayar” ujar Mulyani.
Kordinator Serikat Pemuda dan Masyarakat (SPM) Sumatera Selatan Yovi Meitaha sangat menyesalkan kejadian ini mengingat semua ini diduga telah terjadi pungli di sekolah, dan Kepala Sekolah telah mengangkangi Perpres Nomor 87 tahun 2016 pihak sekolah dilarang melakukan Pungli.
Dengan kejadian ini pihak terkait yang dalam hal ini Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OI dan Inspektorat dapat memanggil dan menindak Kepala Sekolah apabila ini semua terbukti terjadi pungutan. (Ipan)

 34 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini