Subang, (MR)
BERGULIRNYA tahapan pembangunan infrastruktur Mega Proyek Pelabuhan Internasional di Pesisir Pantai Laut Utara (Pantura) Desa Patimban Kecamatan Pusakanagara Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat, disambut baik masyarakat setempat. Pasalnya, dalam ganti rugi pembebasan lahan saja masyarakat diuntungkan, apa lagi Pelabuhan itu dioperasionalkan diharapkan membuka kesempatakan kerja bagi warga. Berkaitan dengan itu, Kabag Humas dan Pers LSM Peduli Rakyat Indonesia (PRI) Pantura Jawa Barat, Tarma Suherman, ikut angkat bicara terkait pelaksanaan Mega Proyek Pelabuhan Internasional tersebut. “ Kami sudah melakukan cek dan ricek dilapangan soal areal lahan yang hendak dijadikan lokasi Pelabuhan itu terletak di Pesisir Pantura Blok Galian, Blok Siwalan, Blok Genteng dan Blok Patimban, yang luasnya berkisar ratusan Hektare, “ ujarnya.
Namun, pembebasan lahan Mega Proyek Pelabuhan Internasional di Pesisir Pantura Desa Patimban itu bukan hanya milik warga saja, tetapi disinyalir ada lahan timbul yang ikut dibebaskan, mengingat beberapa tahun yang lalu lokasi ini di Blok Galian, Blok Siwalan, Blok Genteng dan Blok Patimban, disebelah utara jalan berupa Pantai, tetapi sekarang berubah menjadi lahan tambak Udang yang masuk areal lahan Mega Proyek Pelabuhan Internasional tersebut, terang Tarma Suherman.
Sebab itu, Tarma Suherman, Selasa siang (24/11) mencoba menghubungi Kepala Desa (Kades) Patimban, Darpani Taufik, tetapi sayangnya yang bersangkutan sedang tidak ada diruang kerjanya. “ Maaf mas pak Kades bersama istrinya lagi pergi ke Subang, mengantarkan anak-anak yang hendak mengikuti MTQ, kalau mas ini dari manasih dan ada perlu apasih, “ kata seorang Perangkat Desa Patimban. >>Abdullah/Mukromin
